Unduh Aplikasi

Dana perbatasan guru 2014 di Sabang terancam tak cair

Dana perbatasan guru 2014 di Sabang terancam tak cair
Wpid p 20141203 101943
SABANG - Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Sabang menerima kedatangan rombongan guru Sekolah Menengah Atas yang terdiri dari SMA 1, SMA 2 DAN SMK 1 yang mempertanyakan dana perbatasan yang tak kunjung cair, padahal guru SD dan SMP di Sabang sudah cair.

Pantauan AJNN di gedung DPRK Sabang, puluhan guru yang mendatangi kantor wakil rakyat itu disambut langsung oleh pimpinan satu dan dua bersama anggota DPRK lainya, kemudian semua guru masuk dalam ruang menyampaikan unek-uneknya terkait tidak cairnya dana perbatasan untuk guru.

Reaksi ini muncul karena ada sebab dan akibat, seandainya tahun lalu tidak ada dana perbatasan untuk guru yang mengajar di daerah kepulauan dan perbatasan guru bisa lebih fokus mengajar anak-anak di sekolah. Disampaikan  Guru SMA 2  kepada DPRK Sabang saat pertemuan Rabu (3/12).

"Kami sudah cukup pusing dengan kurikulum yang berubah-berubah dan sungguh merepotkan kami, jadi jangan merepotkan kami lagi dengan hal-hal yang seperti ini," ujar guru tadi.

Kemudian lanjutnya, timbul kesenjangan karena guru SD, SMP di Sabang sudah mendapatkan dana perbatasan itu dan informasi yang diperoleh bahwasanya daerah lain seperti Simeulue sudah mendapatkan juga.

"Seandainya dana itu tidak ada kami tak mengharap dan tidak timbul gejolak seperti saat ini, seakan guru ini materialistis padahal dana perbatasan itu memang sudah ada pos anggaran, yang rencananya diberikan untuk guru yang mengajar di wilayah perbatasan dan Sabang masuk daerah perbatasan". Ungkapnya.

DPRK Sabang berjanji akan memanggil pihak Dinas Pendidikan besok dan akan mempertahankannya ke Dinas agar tidak timbul prasangka yang dapat menimbulkan konflik satu sama lainnya. Kata Wakil Ketua II DPRK Sabang Afrizal, SH.I, turut di dampingi oleh Wakil Ketua I Ferdiansyah, dan anggota DPRK lainnya.

"Kami (DPRK) Sabang sebagai legislatif akan mendorong persoalan ini agar mendapat titik temu dengan cepat, dan kita khawatir dana tersebut tak cair karena berbenturan deden Undang-undang ditambah lagi waktunya yang sangat sempit". Ungkap DPRK Sabang.

IRMAN

Komentar

Loading...