Unduh Aplikasi

Dana CSR Perta Arun Harus Bermanfaat untuk Masyarakat

Dana CSR Perta Arun Harus Bermanfaat untuk Masyarakat
Komisi III saat melakukan pertemuan dengan pihak manajemen Perta Arun Gas di Lhokseumawe. Foto: IST
LHOKSEUMAWE - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh mengharapkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Perta Arun Gas di Lhokseumawe dapat difokuskan pada pembangunan rumah bagi masyarakat miskin.

Anggota Komisi III, Kausar mengatakan PAG harus mensponsori kegiatan-kegiatan anak muda Aceh yang sedang membangkitkan kesukarelawanan sosial dalam membantu masyarakat miskin seperti yang dilakukan Edi Fadhil melalui media sosial facebook.

"Kami mendesak Pemerintah Aceh untuk segera ikut serta dalam kepemilikan saham di PAG sebagai alternatif penerimaan pendapatan Aceh menghadapi semakin kecilnya dana Otonomi Khusus. Kepemilikan saham di PAG juga menjadi penentu dalam pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe," kata Kautsar dalam pertemuan dengan Perta Arun Gas (PAG) di Lhokseumawe, Kamis (3/3).

Selain itu, Kautsar yang merupakan aktivis 98 itu, meminta Pemerintah Aceh agar lebih pro aktif dalam merealisasikan terbentuknya KEK Lhokseumawe.

"Pembanguan KEK itu terkesan lebih semangat pemerintah pusat dari pada pemerintah Aceh. Padahal proyek itu sangat menguntungkan Aceh untuk menghindari agar Lhokseumawe tidak menjadi kota mati dan Aceh mendapat tambahan PAD serta menambah kesejahteraan bagi masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Teuku Zubir, Manajemen Plant PAG menjelaskan tentang operasional PAG setelah ditinggal PT Arun LNG sejak izin operasi berakhir pada 30 September 2014. Pemerintah pusat melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kemudian mengakuisisi seluruh asset PT Arun, dan membentuk anak perusahaan baru yang diberi nama PT. PAG.

Dalam PAG ini juga, kata Zubir, PHE memberi kesempatan kepada pemerintah Aceh terlibat dalam penyertaan 30 persen saham dari total Rp 1,3 triliun dana yang dibutuhkan untuk membangun seluruh infrastruktur proyek regasifikasi Arun ke Belawan Sumatera Utara.

"Saat ini PAG melakukan produksi sisa gas yang masih dimiliki point A Lhoksukon dan lepas pantai North Sumatera Offshore (NSO), lalu mendistribusikannya ke PT PIM dan pembangkit listrik milik PT KKA," ujarnya.

Di pihak lain, jelas Zubir, pekerjaan utama PAG ialah melakukan impor gas dari tangguh Papua untuk kemudian dialirkan ke Belawan. Kedepan, fungsi PAG sangat strategis dan vital bagi terbentuknya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang akan didorong oleh Presiden Jokowi.

"Diharapkan semakin optimalnya kerja-kerja PAG akan mampu melahirkan sektor industri energi turunan lainnya. PLN juga berencana menambah lagi unit pembangkit listrik dengan kapasitas 400 MW," katanya.

Apalagi, tambah Zubir, PAG juga berencana melakukan uji coba penyaluran jaringan gas ke 400 rumah tangga melalui pipa yang ditanam sebagaimana layaknya jasa air bersih.

"Proyek ini adalah pilot proyek yang disponsori Kementerian ESDM. Kalau tentang CSR yang menurut Undang-Undang minimal 1-2 persen dari laba bersih perusahaan harus disumbangkan untuk pembangunan masyarakat dan lingkungan sekitar," tambahnya.

Hadir dari Komisi III DPRA, Jainuddin, Sulaiman, Kautsar, Asib Amin, Murdani Yusuf, Ibramsyah, Mariati, Liswani. Delegasi diterima jajaran manajemen plant PAG, yang dipimpin Teuku Zubir dan Amiruddin AM. Menurut pantauan Komisi III DPRA di ladang Arun saat ini sudah berdiri pembangkit listrik tenaga gas milik PLN dengan kapasitas 160 MW.

Komentar

Loading...