Unduh Aplikasi

Dampak Ekonomi Warga Merosot, Pasar di Lhokseumawe Sepi Pembeli

Dampak Ekonomi Warga Merosot, Pasar di Lhokseumawe Sepi Pembeli
Pedagang kebutuhan bahan dapur di Pasar Pusong, Lhokseumawe. Foto: Sarina

LHOKSEUMAWE – Sejumlah pasar tradisional di Kota Lhokseumawe tampak sepi sejak dua pekan terakhir. Hal itu disebabkan karena ekonomi masyarakat di kota tersebut merosot dari sebelumnya, sehingga berdampak pada pendapatan pedagang berkurang hingga 50 persen.

“Pembeli mulai sepi sejak dua pekan terakhir, mereka mengeluh rata-rata tidak memiliki uang, padahal harga kebutuhan dapur sudah turun, selain itu pendapatan pedagang juga turun hingga 50 persen,” kata pedagang di Pasar Pusong Lhokseumawe, Husaini kepada AJNN, Rabu (5/9).

Husaini menambahkan, selama pasar sepi, omset para pedagang juga turun drastis, biasanya mereka bisa memperoleh dalam sehar Rp 200 ribu, kini hanya mendapatkan keuntungan Rp 100 ribu saja.

“Padahal harga barang semua turun, misalnya, cabai merah sebelumnya Rp 34 ribu kini turun menjadi Rp 22 ribu per kilo gram, harga bawang sebelumnya Rp34 ribu kini menjadi Rp 22 ribu per kilogram.

Harga tomat sebelumnya Rp 10 ribu kini turun menjadi Rp6 ribu per kilo gram, harga jeruk nipis sebelumnya Rp 18 ribu kini menjadi Rp 8 ribu per kilogram. Dan yang mengalami lonjakan hanya cabai rawit, sebelumnya Rp 25 ribu kini tembus menjadi Rp 40 ribu,” ungkapnya.

Foto : 

Komentar

Loading...