Unduh Aplikasi

Dampak Covid-19, Perputaran Uang di BI Lhokseumawe Melambat

Dampak Covid-19, Perputaran Uang di BI Lhokseumawe Melambat
Ilustrasi. Foto: Kumparan.

LHOKSEUMAWE - Perputaran uang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Lhokseumawe dan Kas Titipan Takengon melambat. Hal itu terjadi sejak mewabahnya Corona Virus Diseasa 2019 (Covid-19) di wilayah kerja setempat.

Kepala KPw-BI Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo mengatakan, kondisi net-outflow pada Maret 2020 di KPw-BI Lhokseumawe dan di Kas Titipan Takengon masih sejalan dengan siklus tahunan. Dimana, mulai Maret terjadi peningkatan jumlah penarikan uang dan menurunnya penyetoran uang perbankan.

“Hal yang perlu dicermati pada Maret 2020 baik di KPw-BI Lhokseumawe dan di Kas Titipan Takengon terjadi penurunan jumlah penyetoran dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya, Senin (6/4).

Dikatakan Yukon, hal tersebut diduga terjadi karena melambatnya perputaran uang di masyarakat, sebagai dampak dari himbauan pemerintah untuk membatasi kegiatan di luar rumah, serta adanya kebijakan belajar di rumah dan bekerja dari rumah (work from home) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu, dengan mewabahnya Covid-19 di beberapa negara di dunia, turut mempengaruhi permintaan ekspor kopi yang berimplikasi, pada penurunan transaksi jual-beli pada petani kopi di wilayah Takengon dan Bener Meriah. Hal ini turut mempengaruhi transaksi uang tunai di wilayah tersebut.

“Sepanjang Maret 2020, terdapat arus uang keluar (Outflow) dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe sebesar Rp 677,93 miliar atau meningkat 313,6 persen dibandingkan bulan Februari 2020,” ujarnya.

Sambung Yukon, sementara arus uang masuk (Inflow) mencapai Rp36,86 miliar atau menurun -84,8 persen dari Februari 2020. Dengan demikian, pada Maret 2020 KPw-BI Lhokseumawe mengalami net-outflow sebesar Rp641,13 miliar.

Nilai outflow di Kas Titipan Bank Indonesia di Takengon yang mencapai Rp87,46 miliar dan terdapat Inflow sebesar Rp0,68 miliar. Berdasarkan kondisi tersebut, arus uang kas titipan di Takengon mengalami net-outflow sebesar Rp86,78 miliar.

“Layanan kas pada minggu periode Maret 2020 lebih banyak untuk penarikan bank yaitu untuk kebutuhan ATM, UPK bagi pedagang dan pembayaran gaji bulanan pegawai negeri di wilker KPw-BI Lhokseumawe hingga Kabupaten Aceh Tenggara,” ungkapnya.

Baca: Perputaran Uang di Lhokseumawe Tahun 2019 Capai Rp 1.8 Triliun

Selain itu, kata Yukon, perbankan juga turut melakukan perubahan jam layanan kepada nasabah, dalam rangka mengurangi interaksi sosial dan menghimbau agar nasabah, menggunakan layanan non tunai mandiri melalui jaringan ATM, internet banking, mobile banking, SMS banking, hingga fitur cash management system bagi nasabah korporasi.

“Hal ini selaras dengan arahan pemerintah untuk social distancing, serta untuk melindungi keselamatan dan keamanan nasabah dan petugas bank dari penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Lanjut Yukon, Adapun sebagai bentuk mitigasi risiko penyebaran Covid-19 melalui media uang tunai, Bank Indonesia telah melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan layanan penyetoran dan penarikan uang oleh perbankan maupun masyarakat.

Antara lain penghentian kegiatan yang melibatkan banyak orang mulai tanggal 16 Maret 2020, yaitu layanan kas keliling baik dalam kota maupun ke luar kota dan kegiatan layanan penukaran uang rusak dan klarifikasi uang palsu oleh masyarakat maupun perbankan.

Selain itu, KPw-BI Lhokseumawe turut menetapkan langkah-langkah untuk memastikan bahwa uang rupiah yang didistribusikan kepada masyarakat adalah uang rupiah yang telah melalui proses pengolahan khusus guna meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Guna meminimalisir kami melakukan pengkondisian terhadap setoran uang yang diterima dari perbankan/PJPUR berupa karantina selama 14 hari dan dilanjutkan dengan proses penyemprotan disinfektan sebelum dilakukan pengolahan dan didistribusikan kembali kepada masyarakat,” jelasnya.

Tambah Yukon, juga memperkuat higienitas dari SDM dan perangkat yang digunakan dalam pengolahan uang rupiah dan melakukan koordinasi dengan perbankan/PJPUR untuk menerapkan langkah-langkah dalam pengolahan uang rupiah dengan memperhatikan aspek K3 dari sisi SDM maupun perangkat pengolahan uang rupiah.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...