Unduh Aplikasi

Dampak Corona, Okupansi Hotel Kriyad Aceh Turun Drastis

Dampak Corona, Okupansi Hotel Kriyad Aceh Turun Drastis
Kyriad Muraya Hotel Aceh. Foto: Net

BANDA ACEH - Dampak dari mewabahnya Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh hotel di kota Jawa dan Bali, tetapi juga terhadap hotel di Kota Banda Aceh yang sudah mulai sepi pengunjung. Hal ini tak lepas dari kebijakan pemerintah mengenai penanganan pencegahan Covid-19 di Kota Banda Aceh, akibat semakin meluasnya penyebaran Covid-19.

General Manager Kyriad Muraya Hotel Aceh, Bambang Pramusinto, mengungkapkan kalau mulai pertengahan bulan Maret ini, okupansi Kyriad Muraya Hotel Aceh semakin menurun drastis,

“Kalau dilihat dari bulan lalu, okupansi bulan Maret ini sangat turun drastis. Banyak tamu yang cancel penginapan, dan event dikarenakan larangan dari pemerintah untuk melakukan kegiatan dinas di luar kantor. Okupansi Kyriad Muraya Hotel saat ini juga tidak lebih dari 20 persen,” kata Bambang Pramusinto, Sabtu (11/4).

Walaupun kondisi saat ini sangat menyedihkan, pihak Kyriad Muraya Hotel tetap beroperasi dan melakukan kegiatan untuk pencegahan Covid-19 di hotel, seperti sosialisasi kepada seluruh karyawan hotel, pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan sanitizer ke tangan tamu yang masuk ke lobby, penyemprotan disinfektan ke seluruh tempat dan fasilitas hotel, dan juga arahan kepada tamu supaya menggunakan siku untuk menekan tombol lift.

“Walaupun kami sudah memberikan promo self quarantine package ini juga tidak menaikkan okupansi hotel, tapi kami sudah memaklumi kondisi ini, karena kesadaran masyarakat untuk social distancing dan gerakan stay at home agar tidak tertular virus corona yang sudah mewabah di Indonesia,” ujarnya.

Baca: Hotel Hermes Tutup Sementara, 130 Karyawan Dirumahkan

Ia juga berharap semoga memasuki bulan suci Ramadan kondisi Indonesia bisa normal seperti sediakala, dan bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan khidmat bersama keluarga terdekat.

"Terlebih lagi, para perantau juga bisa mudik ke kampung halamannya. Maka dari itu, mari kita menjaga diri kita dan mengajak seluruh warga Kota Banda Aceh agar tetap di rumah selama mewabahnya Covid-19 di bulan ini," kata Bambang.

Selain itu, management hotel juga mulai meliburkan para karyawan, dimana semua karyawan wajib mengambil cuti tidak dibayar selama 18 hari, setelah mereka menghabiskan cuti tahunannya.

"Hal ini terpaksa dilakukan karena harus mengurangi kerugian perusahaan akibat tidak adanya pemasukan, sementara biaya operasional terus berjalan. Pihak hotel juga terpaksa memutus kontrak kerjasama dengan beberapa pihak kedua demi efisiensi,” ungkap Bambang.

Komentar

Loading...