Unduh Aplikasi

Dampak Angin Kencang di Bireuen, 18 Rumah dan Enam Ruko Rusak Parah

Dampak Angin Kencang di Bireuen, 18 Rumah dan Enam Ruko Rusak Parah
Foto: Ist

BIREUEN - Cuaca buruk berupa angina kencang dan hujan deras yang melanda Kabupaten Bireuen pada, Sabtu (22/6) malam mengakibatkan 18 unit rumah dan enam unit rumah toko (Ruko) rusak parah akibat dihantam oleh badai tersebut.

Koordinator Tanggap Darurat Bencana (Tagana) Kabupaten Bireuen, Zulfikar kepada AJNN mengatakan, kejadian itu berawal saat hujan deras yang melanda kawasan tersebut. Akibat peristiwa itu, selain rumah dan toko, enam orang warga juga mengalami luka-luka akibat tertimpa pohon tumbang.

“Hasil pendataan awal, peristiwa itu terjadi di Kecamatan Pandrah, Juli, Kota Juang, Peudada, Peusangan, Kuala, Jangka dan Jeumpa. Dan ini data semalam, sementara untuk data hari ini masih kita rekap,” katanya, Minggu (23/6).

Sambungnya lagi, ada 18 rumah rusak, enam ruko, dua balai pengajian serta satu bengkel yang rusak akibat kejadian itu. Kerusakan itu kondisinya beragam ada yang rusak berat, rusak sedang dan ringan. Penyebabnya karena angin kencang dan tertimpa pohon tumbang.

“Jadi di Kecamatan Pandrah jumlah kejadian yakni, dua unit rumah rusak, dua pohon tumbang hingga terjadi kemacetan, dan satu unit ruko. Kecamatan Juli, dua unit rumah rusak, kecelakaan akibat dihempas angin dan pohon tumbang mengakibatkan kemacetan. Kecamatan Kota Juang dua unit rumah rusak, dua unit ruko rusak, satu unit bengkel las dan satu unit balai pengajian. Di Kecamatan Peudada, satu unit rumah rusak dan satu unit pesantren (3 bilik dan 2 sepmor dihantam pohon tumbang),” jelas Zulfikar.

Sambungnya lagi, di Kecamatan Peusangan dua unit rumah rusak dan satu tiang telkom tumbang. Di Kecamatan Kuala delapan unit rumah rusak dan unit ruko rusak, dii Kecamatan Jangka satu unit rumah rusak dan satu unit ruko rusak, dan di Kecamatan Jeumpa satu unit rumah rusak.

“Hingga kini terus melakukan pendataan terhadap para korban bencana angin kencang. Mereka yang sudah terdata, nantinya akan disalurkan bantuan massa panik," ujarnya.

Komentar

Loading...