Unduh Aplikasi

Damkar Canggih Senilai Rp 17,5 M Disita Jaksa

Damkar Canggih Senilai Rp 17,5 M Disita Jaksa
BANDA ACEH - Pemadam kebakaran (Damkar) senilai 17,5 M  milik Pemerintah Kota Banda Aceh disita tim penyidik Kejaksan Negeri (Kejari) Banda Aceh, Senin (7/3) di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banda Aceh Husni Thamren saat melakukan penyitaan menyebutkan mobil damkar cangih, hibah pemerintah Aceh yang dibeli dengan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2014 itu diduga telah terjadi penyimpangan dalam pengadaannya.

"Mobil Damkar ini terpaksa kita sita karena telah terjadinya mark up harga pada proses pembeliannya," kata Husni.

Dikatakannya, penyitaan armada damkar modern tersebut setelah adanya putusan Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh Nomor 2/Pemd.Pid.Sus-TPK/2016/PN Bna yang ditandatangai wakil ketua PN Tipikor Banda Aceh.

"Sesuai penetapan PN tersebut jadi tim penyidik langsung memasang garis sebagai penyitaan," ujarnya.

Ia juga menyebutkan untuk memakai mobil pemadam kebakaran tersebut, pemerintah kota Banda Aceh harus membuat surat permohonan pinjam pakai yang ditujukan kepada Kejari.

"Jika mobil tersebut digunakan untuk keperluan menanggani bencana kebakaran, pihak BPBD Banda Aceh harus membuat surat permohonan pinjam pakai, dan pihak Kejari akan memberikan izin untuk digunakan apabila pengunaan mobil tersebut betul-betul dibutuhan untuk menanggulangi bencana," jelasnya.

Dalam kasus pengadaan Damkar tersebut, lanjut Husni pihaknya telah menetapkan 10 orang tersangka.

"Ada 10 orang yang telah ditetapkan tersangka, siapa saja nama-namanya nanti akan kita umumkan, karena ini masih dalam penyidikan," katanya.

Komentar

Loading...