Unduh Aplikasi

Damaikan Shabela-Firdaus, DPRK Aceh Tengah Bentuk Pansus

Damaikan Shabela-Firdaus, DPRK Aceh Tengah Bentuk Pansus
Ketua DPRK Aceh Tengah, Arwin Mega. Foto AJNN/Fauzi Cut Syam

ACEH TENGAH - DPRK Aceh Tengah akhirnya membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menengahi kisruh antara Bupati Aceh Tengah, Shabela Abu Bakar dan Wakil Bupati, Firdaus. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRK Aceh Tengah, Arwin Mega kepada sejumlah wartawan di sela - sela rapat kerja membahas perdamaian Shabela dan Firdaus.

"Ya benar, hari ini kami jadwalkan pembentukan pansus untuk mendamaikan mereka, kami koordinasi dengan Badan Musyawarah (Bamus) untuk dibawa ke sidang paripurna," ujar Arwin Mega, Senin (8/6) di Gedung DPRK Aceh Tengah.

Menurutnya pembentukan pansus sesuaikan dengan semua aturan yang ada. Jika ada opsi lain muncul, maka akan dibahas saat pansus. Namun yang pasti pembentukan pansus ini tujuan akhirnya adalah mendamaikan kedua pihak yang sedang bersiteru.

Ia juga mengatakan bahwa semua fraksi di DPRK Aceh Tengah, dalam surat dan pandangannya menginginkan agar kedua pimpinan daerah itu berdamai. Pansus ini nantinya akan diisi oleh 10 orang anggota yang berasal dari unsur fraksi dan unsur pimpinan dewan.

Di DPRK Aceh Tengah, saat ini ada empat fraksi yaitu fraksi PDIP, Gerindra, Golkar dan Fraksi Gabungan Keramat Mupakat.

Baca: Bahas Kisruh Bupati dan Wakilnya, DPRK Aceh Tengah Gelar Rapat Tertutup

Terkait kasus yang sudah diambil alih dan tangani Polda Aceh, Arwin Mega mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin masuk ke dalam masalah tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak legislatif tidak ingin mencampuri masalah penegakan hukum.

"Ranah kami bukan di situ, niat kami hanya untuk mendamaikan saja. Karena kami merupakan perwakilan dari masyarakat. Masalah siapa yang benar dan salah bukan kewenangan kami," ujar Arwin Mega.

Ia mengungkapkan kalau pihaknya akan terus melakukan upaya mendamaikan Shabela dan Firdaus, dan tidak akan menyerah. Pansus ini juga akan segera menyusun rencana kerja, sehingga bisa bekerja dengan baik sesuai aturan.

Terkait rapat yang diadakan tertutup, ia menjelaskan bahwa hal itu karena kesepakatan bersama dari semua fraksi, agar apa yang mereka bahas selama rapat tidak bocor ke pihak luar sebelum ada keputusan resmi dari DPRK Aceh Tengah.

HUT Pijay

Komentar

Loading...