Unduh Aplikasi

Dalam Sepekan, 6.462 Pelanggar Terjaring pada Operasi Yustisi di Lhokseumawe

Dalam Sepekan, 6.462 Pelanggar Terjaring pada Operasi Yustisi di Lhokseumawe
Ilustrasi: salah seorang warga yang tidak memakai masker sedang menjalani sanksi push up setelah terjaring razia. Foto: For AJNN

LHOKSEUMAWE - Sebanyak 6.462 pelanggar terjaring dalam operasi Yustisi di Kota Lhokseumawe. Angka tersebut terhitung dari 28 September hingga 6 Oktober 2020.

Operasi Yustisi tersebut dilaksanakan guna menerapkan kedisiplinan dalam menggunakan masker, khususnya di Kota Lhokseumawe yang saat ini masih berstatus zona oren.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto melalui Kabag Ops AKP Teuku Heri Hermawan mengatakan, sejauh ini pihaknya masih memberikan sanksi sosial kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan Coronavirus Disease (Covid-19).

“Di Kota Lhokseumawe untuk sementara kami masih memberikan sanksi sosial dan belum memberikan sanksi denda,” kata Heri kepada AJNN, Selasa (6/1).

Sambungnya, sanksi sosial yang diberikan tersebut seperti, membersikan lingkungan, menyanyikan lagu Indonesia raya dan membacakan surah-surah pendek kepada setiap pelanggar yang terjaring.

“Untuk ke depan, karena sudah ada peraturan wali kota, kemungkinan akan diberikan sanksi denda. Namun kami masih koordinasi dulu dengan Kejaksaan dan Pengadilan,” tuturnya.

Kabag Ops mengimbau kepada masyarakat, agar terus mematuhi protokol kesehatan Covid-19, tetap memakai masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan hindari keramaian dan lainnya.

“Mengingat di Kota Lhokseumawe, semakin hari kasus Covid-19 semakin bertambah,” imbuhnya.

Komentar

Loading...