Unduh Aplikasi

Saat Rapat Bamus, Dek Gam Minta Mendagri Berikan Kejelasan Pilkada Aceh

Saat Rapat Bamus, Dek Gam Minta Mendagri Berikan Kejelasan Pilkada Aceh
Juru Bicara Fraksi PAN DPR RI, Nazaruddin Dek Gam. Foto: For AJNN

BANDA ACEH - Juru Bicara Fraksi PAN DPR RI, Nazaruddin Dek Gam mempertanyakan terkait masalah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh.

Hal itu disampaikan Dek Gam--sapaan Nazaruddin--dalam Rapat Badan Musyarawah (Banmus) DPR RI bersama Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, dan Ketua KPK, Firli Bahuri.

Rapat Banmus DPR RI itu membahas terkait dengan kekhususan Aceh, Papua, Papua Barat, Yogyakarta dan Jakarta, Rabu (20/1) di Gedung Kura-kura lantai 1, ruang rapat bamus. Rapat itu juga membahas masalah isu-isu aktual dan Prolegnas RUU Prioritas 2021.

Dek Gam mengungkapkan kalau hingga saat ini belum ada kejelasan tentang Pilkada Aceh. Apalagi, KIP Aceh sudah menetapkan tahapan pilkada yang akan dimulai pada April mendatang. Ia meminta Mendagri, Tito Karnavian untuk memberikan kejelasan terkait Pilkada Aceh. Pasalnya calon-calon pemimpin di Aceh hingga kini masih gusar terkait belum adanya kejelasan kapan pilkada digelar.

Baca: KIP Aceh Segera Laporkan Tahapan Pilkada ke KPU RI

"Isu saat ini di Aceh masalah pilkada pak Tito," kata Dek Gam.

Kata Dek Gam, Pemerintah Pusat harus segera memberikan kepastian kepada Aceh terkait bisa atau tidaknya pilkada digelar pada 2022.

"Saya mohon kepada Mendagri apa bisa atau tidaknya Pilkada 2022," ujarnya.

Masalah pilkada, kata Dek Gam, Aceh hingga saat ini masih memakai undang-undag khusus yakni Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA). Sehingga jangan sampai ketika KIP sudah berjalan seperti menetapkan tahapan pilkada di 2022, Pemerintah Pusat malah memutuskan Pilkada Aceh 2024.

"Jangan sampai ini terjadi lah. Kasian juga calon-calon gubernur dan bupati di Aceh, sudah keluarkan energi besar, tiba-tiba pilkada sudah di 2024. Saya minta segera diberikan kejelasan pilkada Aceh," jelasnya.

Komentar

Loading...