Unduh Aplikasi

Dalam Penahanan Maritim Malaysia, Nelayan Tamiang Baik-Baik Saja

Dalam Penahanan Maritim Malaysia, Nelayan Tamiang Baik-Baik Saja
Empat nelayan Aceh di Malaysia. Foto: istimewa
KUALA LUMPUR - Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia, Muhammad Yasar, mengatakan kondisi nelayan Aceh saat ini dalam keadaan baik. Aparat terkait juga memperlakukan para nelayan dengan baik.

“Saya mendapatkan kabar dari seorang teman yang saudara kandungnya, seorang nelayan, terseret ke perairan Malaysia hingga ditangkap otoritas maritim wilayah Perak,” kata Yasar, Rabu (30/3). Hingga saat ini, keempat nelayan itu ditahan di Pusat Kawalan Induk Sistem Pengawasan Maritim Lumut Perak, Malaysia, sambil menunggu proses hukum berjalan.

Menurut Yasar, kemarin sore pihaknya, setelah berkoordinasi dengan pejabat terkait Indonesia di Malaysia, bertemu dengan Presiden Komuniti Aceh Tuan Mansyur Usman dan Sahabat Belia Malaysia Encik Amran. Mustafa, seorang pejabat di kantor maritim, kata Yasar, mengatakan para nelayan tetap harus menjalani proses hukum untuk mengetahui pelanggaran mereka.

Semua pihak yang terkait di sini, kata Yasar, menunjukkan sikap kooperatif dalam menyelesaikan kasus ini. Saat ini, para nelayan menunggu respons positif dari Pemerintah Aceh dalam mengadvokasi dan mengayomi warganya yang tersandung masalah.

Pemerintah Aceh bertindak cepat untuk menyelesaikan masalah ini. Gubernur Zaini menginstruksikan Kepala Dinas Sosial Al Hudri untuk menjemput para nelayan yang bermasalah di Malaysia.

Baca: Gubernur Aceh Perintahkan Kadis Sosial Jemput Nelayan di Malaysia

Jumat lalu, empat nelayan tradisional berasal dari Aceh Tamiang ditangkap pihak berwenang Malaysia karena memasuki wilayah perairan negara itu tanpa izin. Mereka adalah Jasliandi (36), M Yamin (26), Aditia (23), dan Abdullah (17).

Komentar

Loading...