Unduh Aplikasi

Dalam Pekan Kebudayaan Aceh Barat Juga Digelar Seminar Budaya

Dalam Pekan Kebudayaan Aceh Barat Juga Digelar Seminar Budaya
ACEH BARAT - Panitia Penyelenggara Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB) Ke-2 menggelar seminar budaya yang mengangkat tema tentang peran adat dan budaya dalam membangun pariwisata Islami menuju masyarakat sejahtera, Senin (29/8).

Ketua panitia pelaksana, Prof. Afian Ibrahim mengatakan digagasnya kegiatan tersebut untuk bagaimana Aceh Barat kedepannya mampu membungkus pariwisata tanpa meninggalkan budaya, adat dan istiadat yang bernuansa Islami di Aceh.

“Untuk nilai jual itu salah satunya adalah bagaimana menciptakan museum seni budaya di Aceh Barat dengan mempertontonkan adat dan budaya di daerah ini,” kata dia.

Dia mencontohkan salah satu adat dan budaya yang memiliki nilai jual seperti adat perkawinan kabupaten berjuluk Bumi Teuku Umar itu. Dengan adanya Museum, bisa saja nantinya dilakukan simulasi adat perkawinan dan pagelaran budaya lainnya yang bernuansa Islami.

Menurutnya menjadikan Aceh Barat sebagai daerah pariwisata Islami tidaklah sulit, karena daerah tersebut merupakan daerah dengan aturan Syariat Islam, sehingga setiap wisatawan yang datang ke daerah tersebut harus mematuhinya.

Dirinya mencontohkan tentang bagaimana setiap wisatawan yang berkunjung ke Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh yang menjadi icon Aceh Barat di mana setiap wisatawan yang berkunjung ke masjid 100 terindah di nusantara itu diwajibkan berbusana muslim atau sopan sesuai dengan syariat yang berlaku.

“Begitu juga dengan wisata sejarah ke makam Teuku Umar, setiap wisatawan memang sudah diwajibkan menggunakan pakaian yang bernuansa Islami,” ujarnya.

Dari sisi alam, kata dia, Aceh Barat memiliki banyak potensi ekowisata yang memiliki nilai jual yang besar seperti pantai yang dimiliki daerah itu. Keindahan alam tersebut, kata Alfian, akan semakin menarik dijual saat dipadu dengan nilai adat istiadat serta budaya.

Dalam seminar yang dilaksanakan pihaknya itu, kata dia, juga membahas terkait bagaimana menciptakan industri kreatif yang memiliki kearifan lokal di tengah masyarakat Aceh Barat dengan menciptakan SDM (sumber daya manusia).

Alfian menambahkan, saat ini di Aceh Barat sebenarnya untuk industri kreatif sedang berkembang namun tidak memiliki manajemen pemasaran yang mampu mengemas karya tersebut memiliki nilai jual tinggi.

Untuk itu, kata dia, pihak panitia dalam kegiatan seminar tersebut juga mendatangkan pakar ekonomi Aceh sekaligus dosen ekonomi Univesitas Syiah Kuala, Prof. Najamuddin untuk membahas manajemen pemasaran produk ekonomi kreatif.

Adapun peserta seminar tersebut melibatkan tokoh ulama, tokoh adat, lembaga adat, serta pemerintahan gampong, selain itu juga menghadirkan pemateri dari negeri jiran Malaysia.

Sebelumnya pada Minggu, (28/8) juga diselenggarakan kegiatan pawai budaya yang diikuti dari 12 kecamatan di Aceh Barat dengan mempertontonkan icon adat dan budaya masing- masing kecamatan serta potensi daerah.
iPustakaAceh
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...