Unduh Aplikasi

Dakwaan KPK, Irwandi Terima Rp 4,4 Miliar Melalui Rekening Muklis

Dakwaan KPK, Irwandi Terima Rp 4,4 Miliar Melalui Rekening Muklis
Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf (ANTARA/Dhemas Reviyanto/FT02)

BANDA ACEH - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf menerima Gratifikasi berupa uang melalui rekening atas nama Muklis di Tabungan Bank Mandiri dengan total nilai Rp 4.4 miliar lebih.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa KPK dalam sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (26/11), uang senilai Rp 4,4 miliar itu bersumber dari Muklis dan yang lainnya dengan cara Muklis menyerahkan kartu ATM beserta nomor PIN kepada Irwandi Yusuf.

Penyerahan ATM dilakukan di rumah pribadi Irwandi Yusuf yang beralamat di Jalan Salam No. 20 Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Kejadian itu berlangsung sekitar Oktober tahun 2017 sampai dengan akhir Januari tahun 2018.

Selanjut, Irwandi Yusuf sekitar Oktober tahun 2017 sampai dengan akhir Januari tahun 2018 juga menerima uang melalui Fenny Steffy Burase sebesar Rp 568 juta dari Teuku Fadhiatul Amri setelah mendapat perintah untuk melakukan transfer dari Teuku Saiful Bahri.

Dakwaan Irwandi halaman 25

 

Baca: Mukhlis Takabeya: Saya Merasa Ditipu Irwandi Yusuf

Sebelumnya, Mukhlis yang merupakan Direktur Utama PT Takabeya Perkasa Group, menyebut keterlibatan dirinya dalam pembukaan rekening pada Bank Mandiri KCP Bireuen untuk keperluan dana tampungan Irwandi Yusuf. Muklis mengaku merasa dikerjai dan ditipu.

“Baiklah, saya luruskan terkait pemberitaan tersebut yang sudah beredar. Dalam hal ini saya dikerjai dan ditipu oleh pihak yang bersangkutan,” kata Mukhlis Takabeya kepada AJNN, Senin (22/10).

Terkait pembukaan rekening itu, adik Bupati Bireung itu mengaku sudah dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi sekitar tanggal 9 Agustus 2018. Ia dimintai sejumlah keterangan terkait buku Bank Mandiri yang tertulis atas namanya.

“Saat KPK memanggil saya, mereka menanyakan rekening Bank Mandiri atas nama saya, yang diduga telah digunakan untuk menerima kiriman yang serta mengirim uang kepada sejumlah pihak diantaranya Fenny Steffy Burase dan Muhammad ZA,” ungkap Mukhlis.

Muklis mengungkapkan pada bulan November 2017, Gubernur Aceh Nonaktif Irwandi Yusuf kembali menelpon dirinya untuk kesekian kali, dan dalam pembicaraan tersebut, Irwandi bermaksud untuk meminta pinjaman uang. Setelah sebelumnya Mukhlis mengaku beberapa kali menolak, namun pada hari itu dirinya menyetujuinya.

“Saya sudah kenal lama dengan beliau (Irwandi) dan pada saat itu juga sudah terpilih sebagai Gubernur Aceh, jadi saya yakin saat itu Irwandi tidak akan menipu saya terkait peminjaman uang tersebut,” jelas Mukhlis.

Selanjutnya, Mukhlis mengaku Irwandi memintanya untuk membuat rekening baru atas nama Mukhlis yang nantinya, pin ATM card diserahkan untuk Irwandi. Dengan alasan, agar hutangnya (Irwandi) dengan Mukhlis tidak diketahui oleh pihak lain.

“Setelah berkonsultasi dengan pihak bank, saya penuhi permintaannya. Dalam buku tersebut saya simpan uang senilai Rp 600 juta,” ujar Mukhlis.

Mukhlis menyebut total uang yang sudah dikirim kepada Irwandi Yusuf dalam bentuk hutang senilai Rp 3.650 miliar. Uang tersebut dikirim dalam jangka waktu yang berbeda, sesuai dengan permintaan Irwandi.

“Setelah saya membuka rekening itu, saya tidak tahu menahu untuk apa saja rekening itu digunakan. Karena saya percaya Irwandi jujur dan komitmen dengan kesepakan awal kalau rekening itu hanya digunakan untuk menerima hutang yang saya berikan untuknya,” ungkapnya.

Setelah Irwandi Yususf ditangkap, Mukhlis bergegas mendatangi bank tersebut dan meminta print out. Ternyata, disana terbongkar kalau rekening tersebut tidak hanya dipergunakan untuk menerima uang yang dipinjamkannya saja, namun juga menerima uang dari pihak lain. Karena sms banking dibuat hanya untuk Irwandi selaku pemegang buku.

“Terkait rekening tersebut saya sudah sampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan sebenar-benarnya saat saya diperiksa oleh KPK. Dan disini saya benar-benar ditipu dan dibohongi,” katanya.

Komentar

Loading...