Unduh Aplikasi

Cuti Hamil Selama Enam Bulan Langkah Awal yang Progresif

Cuti Hamil Selama Enam Bulan Langkah Awal yang Progresif
Pergub cuti melahirkan selama enam bulan bagi PNS, PPPK atau tenaga honorer dan kontrak di Aceh.
Oleh: Fatimhasyam, S.E, M.Si*

Gubernur Aceh Bapak dr, Zaini Abdullah pada tanggal 12 Agustus 20016 telah menandatangani Peraturan Gubernur Aceh Nomor 49 tahun 2016 Tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif yang didalamnya mengatur cuti hamil selama 20 hari dan cuti melahirkan selama 6 bulan bagi Aparatur Sipil Negara ( PNS, tenaga kontrak dan lainnya) di Lingkup Pemerintah Aceh.

Cuti hamil dan melahirkan ini juga berlaku bagi suami selama tujuh hari sebelum istri melahirkan, dan tujuh hari setelah istri melahirkan. Dalam Peraturan ini juga mengatur tentang kewajiban perusahaan yang memperkerjakan buruh perempuan dengan memberikan cuti hami dan melahirkan sesuai dengan peraturan perusahaan atau perjanjian kerja. Hal lain yang cukup progresif dalam peraturan ini adalah mewajibkan setiap perkantoran dan sarana umum lainnya untuk menyediakan ruang khusus untuk menyusui dan memerah ASI.

Peraturan Gubernur ini merupakan terobosan yang cukup progresif bagi pemenuhan hak reproduksi perempuan yang berstatus pegawai dilingkungan pemerintah Aceh, dimana peraturan ini merupakan implementasi langsung dari komitmen Pemerintah Aceh dalam penegakan dan pemberdayaan hak azasi perempuan dan anak Aceh seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Pemeritah Aceh pasal 231 ayat 1 berbunyi: Pemerintah, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta pendudukan Aceh berkewajiban memajukan dan melindungi hak-hak perempuan dan anak serta melakukan upaya pemberdayaan yang bermartabat.

Kebijakan ini membuktikan bahwa Gubernur sebagai kepala daerah memilki komitmen dan sensitivitas yang tinggi dalam memahami kebutuhan dan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak. Betapa tidak dimana cuti hamil selama 6 bulan dan penyediaan ruang menyusui memberikan peluang dan kesempatan yang lebih besar bagi kaum ibu untuk memberikan pengasuhan, kasih sayang dan ASI ekslusif bagi bayi pada enam bulan pertama tampa halangan beban dan waktu kerja yang mengikat, artinya pemenuhan gizi yang baik dan cukup serta pengasuhan dapat dilakukan sepenuhnya agar tumbuh kembang anak secara optimal dapat tercapai yang mempengaruhi kualitas masa depan generasi Aceh.

Kebijakan ini merupakan satu inovasi yang cukup progresif untuk mewujudkan hak-hak perempuan dan anak secara komprehensif seperti di negara-negera maju lainnya, misalnya negara swedia yang memberlakukan cuti hamil dan melahirkan selama 16 bulan bagi istri dan 2 bulan bagi suami, dan Jerman yang memberlakukan cuti melahirkan sampai 14 bulan orang tua dan cuti ini berlaku sampai anak berusia 3 tahun dengan tetap mendapatkan tunjangan gaji 80 persen hingga 90 persen, dimana cuti ini merupakan salah satu cuti melahirkan terbaik di dunia.

Nah berdasarkan pengalaman-pengalaman negara maju yang menerapkan cuti hamil dan melahirkan berarti Pemerintah Aceh masih memiliki pekerjaan rumah yang panjang dalam mengimplementasikan komitmennya untuk pemenuhan hak-hak anak dan perempuan bukan saja melalui kebijakan-kebijakan tetapi juga pemenuhan anggaran dan penyediaan berbagai sarana dan prasarana yang cukup menjamin kesehatan anak sejak dalam kandungan, termasuk pemenuhan kesehatan reproduksi perempuan khususnya kesehatan ibu hamil dan melahirkan dengan standar kesehatan yang tinggi.

Hal ini seperti tertuang dalam UU Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan anak yang telah diubah dalam UU Nomor 35 tahun 2014 pada pasal 44 ayat 1: Pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak, agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan.

Saya yakin peraturan gubernur tentang cuti enam bulan bagi ibu hamil ini merupakan langkah awal yang cukup inovatif dan progresif untuk terwujudnya langkah-langkah berikutnya bagi terpenuhinya hak-hak anak dan perempuan di Aceh.

*) Penulis adalah Pemerhati Hak-Hak Anak dan Perempuan Aceh

Komentar

Loading...