Unduh Aplikasi

Curhat Korban PHK Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh

Curhat Korban PHK Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh
Surat pemberhentian THL di RSUD CND. Foto: Dok AJNN

ACEH BARAT - NS, salah seorang Tenaga Harian Lepas (THL) di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh merasa janggal dengan pemecatan atau pemberhentian hubungan kerja (PHK) yang dialaminya.

Ia mengaku selama ini memiliki semua persyaratan layak untuk tetap bisa bekerja di rumah sakit tersebut dalam melayani pasien.

"Ya merasa janggal saja, padahal ada STR (Surat Tanda Regestrasi-Red), ada SIK yaitu Surat Izin Kerja Kebidanan dan Keperawatan. Tapi nggak tahu kenapa dipecat, ya janggal aja," kata NS, Kamis (3/1).

Sebagai tenaga medis, dirinya selain memiliki STR, SIK juga memiliki sertifikat-sertifikat lainnya yang menunjang standarisasi sebagai tenaga keperawatan yang diperoleh dari seminar dan pelatihan.

Anehnya, kata dia, ada THL selama ini yang tidak memiliki STR, namun tetap dipertahankankan dan tidak di-PHK. Meski merasa janggal atas pemberhentian yang dialaminya, namun ia mengaku pasrah.

Baca: Jumlah THL Diberhentikan di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Capai 272 Orang

"Yang tidak punya STR ada juga yang di-PHK ada juga yang tidak, tapi tidak tahu kenapa. Ya dengan PHK, ya saya pasrah saja," ujarnya.

NS mengaku aneh dengan mekanisme PHK yang dialaminya. Pasalnya, ia baru saja masuk kerja pada sift (pergantian piket) siang, akan tetapi baru beberapa jam di ruangan mendapatkan surat PHK.

"Ya kaget juga saya baru saja ganti sift tiba-tiba dapat surat ini. Ya saya pulanglah," ungkap NS.

Berbeda dengan NS, salah seorang korban PHK di RSUDCND Meulaboh lainnya, RW malah bahagia dengan PHK yang diterimanya.

Selama bekerja di rumah sakit, ia mengaku tidak berkembang dengan tugas yang diemban. Pasalnya ia seorang bidan, namun ditempatkan dibagian administrasi.

"Kalau saya sih ya malah bersyukur dengan ini semua. Bukan perlakuan tidak adil, tapi enggak berkembang saja selama ini," kata RW.

Pengakuan RW, sebagai seorang tenaga medis lulusan kebidanan dan memiliki segala sertifikat bahkan juga memiliki STR sebagai sertifikat awal, namun malah ditempatkan di bagian administrasi perkantoran.

Komentar

Loading...