Unduh Aplikasi

Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang MerahTerancam Gagal Panen

Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang MerahTerancam Gagal Panen

BENER MERIAH - Akibat tingginya curah hujan sejak beberapa pekan terakhir ini menyebabkan petani bawang merah di Bener Meriah terancam gagal panen. tinggi Intensitas hujan membuat tanaman bawang menjadi layu.

Untuk mengantisipasi hal itu, petani terpaksa harus mengeluarkan modal ekstra untuk melakukan penyemprotan fungsida.

"Saat musim hujan ini biaya yang dikeluarkan lebih tinggi, kami terpaksa melakukan penyemprotan tiga hari sekali mencegah bawang layu dan tanaman yang berusia satu sampai dua bulan dikhawatirkan akan gagal panen, sementara tanaman yang umurnya lebih dua bulan sudah pasti berbuah dan mendapatkan hasil,"ujar Aman Adi, petani bawang di Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

Aman Adi mengatakan, dengan 200 kilogram bibit bawang, saat musim hujan ia harus mengeluarkan modal Rp 25 juta termasuk pengolahan lahan, pemupukan, penyemprotan, pembelian mulsa dan bibit. Hampir keseluruhan petani bawang merah mengalami serupa.

"Jika tidak dilakukan penyemprotan anti layu setiap tiga hari sekali maka bawang merah akan mati, dan biasanya jika sudah terkena penyakit layu akan sulit untuk dipulihkan,"ujar Aman Adi.

Harga bawang Merah di Bener Meriah saat ini berkisar Rp 15.000 hingga Rp 25.000 perkilo. Selain penghasil kopi, Bener Meriah juga merupakan salah satu penghasil bawang Merah, petani memanfaatkan lahan persawahan setelah panen padi untuk menanam bawang.

"Tanaman bawang merah memang rentan terhadap curah hujan, banyak petani salah perkiraan dan tidak menduga curah hujan akan tinggi seperti akhir-akhir ini,"jelas Aman Adi.

Komentar

Loading...