Unduh Aplikasi

Cuma Kerja Jelang Lebaran

Cuma Kerja Jelang Lebaran
Ilustrasi: cool earth

LANGKAH Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh menggelar pasar murah, serentak, di 23 daerah di seluruh Aceh pantas diapresiasi. Pasar dadakan ini akan digelar pada 13 hingga 16 Mei 2020.

Ada empat jenis komoditi barang pokok yang bakal dijual, yaitu beras, minyak goreng, tepung terigu dan telur ayam. Seperti biasa, barang-barang ini akan dijual di bawah harga pasar.

Pemerintah Aceh mempersiapkan 92 titik pasar. Harapannya, masyarakat dapat lebih terbantu dalam mencukupi kebutuhan pokok selama menjalani sisa Ramadan menjelang Idul Fitri.

Tapi hendaknya Dinperindag Aceh tidak hanya bekerja menjelang Ramadan, Idul Fitri, atau hari-hari besar yang biasanya mendongkrak harga-harga kebutuhan pokok. Ada banyak sisi lain yang bisa dibangun, jauh-jauh hari, sebelum terjadi lonjakan harga menjelang hari-hari besar.

Dalam mencukupi kebutuhan telur, termasuk ayam, misalnya, Aceh masih sangat bergantung pada pasokan dari Sumatera Utara. Di sisi lain, tangkapan ikan Aceh yang berlebih sebagian besar dijual ke luar Aceh.

Hampir tak ada industri hilir yang dibangun untuk meningkatkan nilai produk perikanan Aceh. Alhasil, Aceh tak pernah benar-benar menjadi pasar ikan meski dikelilingi Samudera Hindia dan Selat Malaka yang kaya akan hasil laut.

Demikian juga dengan kelapa. Harusnya, bekerja sama dengan universitas-universitas yang ada di Aceh, Disperindag bisa mendorong tumbuhnya industri kelapa. Baik untuk dijadikan minyak makan atau produk lain, seperti serat.

Padahal, jika betul-betul digarap, kelapa dapat menjadi primadona baru yang bisa menggantikan kelapa sawit yang cenderung merusak tanah dan hutan.

Untuk melakukan terobosan-terobosan ini, diperlukan orang-orang yang mampu berpikir “di luar kotak”. Mampu memadukan keuangan daerah dan program tepat untuk menjadikan Aceh lebih dari sekadar pasar.

Keberadaan Aceh sebagai pasar akan sangat tergantung pada pasokan dari daerah lain. Ujung-ujungnya, uang daerah yang ada hanya habis untuk dibelanjakan. Jika sejak awal ada program dibuat untuk mencukupi kebutuhan domestik Aceh, pemerintah tak perlu lagi sibuk menggelar pasar dadakan yang menghabiskan banyak biaya.

Komentar

Loading...