Unduh Aplikasi

Cukup Enam Menit, Puting Beliung Porak Porandakan Bener Meriah

Cukup Enam Menit, Puting Beliung Porak Porandakan Bener Meriah
Ilustrasi. Foto: Net.
BENER MERIAH - Pasca puting beliung di Bener Meriah, sejumlah atap di empat kantor dinas terlihat berserakan. Seperti kantor Dinas Perindustrian Perdagangan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Badan Perizinan dan Penanaman Modal (BPSP-PM), Dinas Pendidikan dan Pengajaran, dan Dinas Pertanian dan Perternakan, serta kantor Dinas Sosial.

Sejumlah bangunan lain yang ikut mengalami kerusakan, yaitu gedung KONI, MPU, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas PU dan Pengairan, Bappeda, BKPP, Keuangan dan Satpol PP, serta dua unit mobil dinas Satpol PP ikut rusak terkena reruntuhan atap yang berterbangan saat terjadi angin kencang sekitar enam menit itu.

Erwin, warga Bener Meriah mengatakan ada beberapa tempat mengalami angin kencang disertai hujan lebat itu. "Angin kencang terlihat dari timur berputar-putar, kemudian menuju barat tidak lama kemudian berhenti, baru kemudian kami mendengar bahwa perkantoran rusak parah akibat angin itu," kata Erwin, Selasa (26/4).

Sehari sebelumnya, angin kencang juga sempat terjadi di Kabupaten Aceh Tengah. Sebuah rumah di Desa Ujung Gele, Kecamatan Pegasing, rata di terjang puting beliung. Dua kabupaten ini memang kerap diterjang puting beliung. Bahkan, setiap tahunnya memang sering terjadi musibah tersebut.

Untuk saat ini, BNPB Bener Meriah langsung mendirirkan posko darurat di depan Kantor Inspektorat Bener Meriah.  Sejumlah petugas dari Satpol PP, anggota Polres Bener Meriah dengan dibantu anggota TNI disiagakan ditempat kejadian. 

Bahkan, Pemkab Bener Meriah juga menggelar rapat dadakan di Pendopo Wakil Bupati Bener Meriah, sejumlah kepala dinas tampak hadir. Direncanakan Plt bupati Bener Meriah, Rusli M Saleh akan menggelar konferensi pers.

Kepala BPBD Bener Meriah, Sadra BK, mengatakan bantuan masa panik telah disalurkan kepada warga yang rumah terkena musibah ini. "Untuk masa darurat kami telah menyalurkan bantuan masa panik, bahan makanan lauk pauk dan tenda darurat," ujar Sadra.

Komentar

Loading...