Unduh Aplikasi

Cuci Uang Rp 51 Miliar, Eks Bupati Cirebon Dijerat KPK Lagi

Cuci Uang Rp 51 Miliar, Eks Bupati Cirebon Dijerat KPK Lagi
Foto: Detik/Ari Saputra

JAKARTA - Sunjaya Purwadisastra kembali dijerat KPK sebagai tersangka, kali ini terkait penerimaan gratifikasi dan pencucian uang. Perbuatan haram itu disebut KPK dilakukan Sunjaya selama menjabat sebagai Bupati Cirebon.

"Setelah mencermati fakta-fakta yang berkembang dalam proses penyidikan hingga persidangan, KPK menemukan sejumlah bukti dugaan penerimaan lain oleh Bupati Cirebon dan dugaan perbuatan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019).

Sunjaya pun disangkakan melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Syarif menyebut total uang yang diterima Sunjaya sebagai gratifikasi yaitu Rp 51 miliar.

"Total penerimaan tersangka SUN (Sunjaya) dalam perkara ini adalah sebesar sekitar Rp 51 miliar," ucap Syarif.

Uang itu digunakan Sunjaya untuk kepentingan pribadi seperti membeli tanah dan membeli mobil. "Perbuatan-perbuatan tersebut diduga dilakukan dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaan," imbuhnya.

Sebelumnya, Sunjaya telah divonis hukuman penjara selama 5 tahun denda Rp 200 juta subsider 5 bulan kurungan karena terbukti menerima suap terkait jual-beli jabatan di Kabupaten Cirebon. Kala itu, dia menerima duit Rp 100 juta usai melantik Gatot Rachmanto sebagai Sekretaris Dinas PUPR Cirebon.

 

Komentar

Loading...