Unduh Aplikasi

Cuci Uang Deterjen Bank Syariah

Cuci Uang Deterjen Bank Syariah
Ilustrasi: D Mag.

PUBLIK berhak untuk mengetahui dugaan praktik pencucian uang di Bank Syariah Aceh. Ini tidak hanya menyangkut kredibilitas bank milik pemerintah daerah. Jika benar terjadi praktik lancung tersebut, hal ini akan memperburuk kepercayaan terhadap bank syariah yang digagas dengan susah payah. 

Syahdan, praktik ini terjadi atas permintaan kepala cabang Bank Aceh Syariah di Jalan S. Parman, Medan, Sumatera Utara. Si kepala cabang “merayu” bawahannya untuk membuka sebuah rekening penampung uang sebesar Rp 1,9 miliar. Si kepala cabang meyakinkan korban bahwa bantuan tersebut akan sangat membantu mendongkrak pendapatan bank. 

Namanya juga bawahan, apalagi hanya selevel jongos di kantor, si bawahan tak punya pilihan lain selain menyetujui permintaan ini. Namun karena statusnya sebagai pegawai, dipakailah identitas ibu si jongos untuk melancarkan aksi tersebut. 

Rekening itu tak pernah dipergunakan untuk bertransaksi oleh pemilik rekening. Buku dan kartu ATM dipegang oleh petinggi bank di kantor itu. Sampai akhirnya, setelah berbulan-bulan, setelah buku itu dikembalikan dan transaksi sejak buku itu dibuat tercetak, si jongos mengetahui bahwa di rekening ibunya pernah mengendap uang sebesar Rp 1,9 miliar. 

Mengapa tidak Rp 2 miliar? Angka ini mungkin sengaja dipilih agar transaksi itu tak perlu “diketahui” oleh si kepala cabang. Ini adalah upaya berkelit dari seseorang yang memahami alur transaksi uang dalam sebuah rekening. Uang Rp 1,9 miliar itu lantas berpindah ke rekening lain di bank BUMN Nasional di Aceh Tengah. Transaksi itu terjadi hanya dalam satu kali klik. 

Setelah kasus ini terungkap, manajemen mengirimkan tim khusus ke Medan. Mereka bertugas menelusuri kebenaran cerita tersebut. Namun sepertinya, manajemen lebih fokus menutupi kasus ini ketimbang menjadikan kasus ini sebagai pintu masuk untuk mengungkap dugaan kejahatan yang sangat serius ini. 

Karena itu, langkah Gerakan Anti Korupsi Aceh melaporkan dugaan ke Markas Besar Kepolisian RI, atas dugaan pencucian uang, sangat penting. Keterlibatan kepolisian dalam kasus ini sangat penting untuk mengungkap pemilik uang tersebut dan dugaan kejahatan yang mungkin lazim dipraktikkan dan menjadi mainan pejabat bank tersebut. 

Kondisi ini juga harusnya menjadi perhatian dari para komisaris bank tersebut. Tidak hanya direktur, para komisaris juga harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Apalagi salah satu komisaris bank ini mengikuti pelatihan peran bank dalam mencegah dan menangani kejahatan perbankan yang menggunakan produk bank berisiko tinggi. Seperak pun transaksi di dalam bank terdata. Di era digital ini, dosa masa lalu akan sangat mudah terlacak bayangannya. 

Komentar

Loading...