Unduh Aplikasi

Cuaca Selalu Berubah Akibat Aceh Terletak di Ujung Sumatera

Cuaca Selalu Berubah Akibat Aceh Terletak di Ujung Sumatera
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat menyatakan, cuaca di awal musim kemarau setiap tahun selalu berubah-ubah secara dramatis akibat Provinsi Aceh terletak di bagian paling ujung Utara di Pulau Sumatera.

"Kita (Aceh) kalau kemarau basah, tidak juga. Meski sesekali ada hujan. Tapi untuk wilayah tertentu zona musim di Aceh, memang tidak ada hujan karena kita di ujung (Sumatera)," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad di Aceh Besar, Sabtu.

Akibat letak provinsi ini di bagian paling ujung pulau tersebut, kata dia, maka sangat rentan terkena imbas dari keadaan cuaca tertentu, seperti low pressure atau udara bertekanan rendah yang melintasi ujung Sumatera.

Penduduk yang tinggal di provinsi "Serambi Mekkah" ini, kerap merasakan perubahan cuaca begitu drastis. Di antaranya dari panas langsung ke hujan disertai petir, dan angin kencang yang berlangsung dalam waktu singkat atau tidak terlalu lama.

"Ketika ada 'low pressure' di Samudera Pasifik, terutama di wilayah Laut China Selatan. Jadi massa udara yang ada di Samudera Hindia, menyebrang lewat Aceh ke sana (Laut China Selatan)," katanya.

Perpindahan massa udara ini, menurut dia, telah menyebabkan wilayah di Aceh terkena dampak langsung, seperti angin kencang yang terkadang puting beliung, lalu hujan, dan disertai petir atau kilat.

"Akibat kita di ujung pulau, maka massa udara berbelok di situ (Aceh). Mungkin bagian lain di Sumatera yang juga terkena imbas cuaca, Lampung. Sedangkan di Jakarta (Banten) sendiri, karena ada selat di situ. Tapi tidak seperti cuaca di Aceh, karena berbelok (low pressure) akibat ada Malaysia. Belum lagi dampak cuaca yang timbul dari Selat Benggala. Kalo di Sumatera kan bisa nyebrang terus anginnya, mungkin gelombang laut aja yang tinggi," ujar Zakaria.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh Teuku Ahmad Dadek mengaku akibat angin kencang dan hujan telah menumbangkan sebatang pohon besar di tebing sisi jalan di Penanggulangan, Kota Subulussalam, Aceh, Rabu (22/5) sekitar pukul 18.00 WIB.

Ia mengatakan, peristiwa pohon tumbang tersebut menimpa satu unit mobil barang yang sedang melintas, akan tetapi tidak sampai memakan korban jiwa.

"Selama hampir empat jam arus lalu lintas tertutup total karena tidak bisa dilalui, sebelum petugas mengerahkan satu unit alat berat untuk evakuasi dan membersihkan badan jalan di lokasi kejadian," katanya.

Komentar

Loading...