Unduh Aplikasi

Cuaca Buruk, Tangkapan Nelayan Lhoseumawe Menurun

Cuaca Buruk, Tangkapan Nelayan Lhoseumawe Menurun
Ilustrasi.
LHOKSEUMAWE - Cuaca buruk disertai gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah perairan Lhokseumawe dan sekitarnya, menyebabkan hasil tangkapan nelayan menurun. Akibatnya harga jual ikan melonjak tinggi.

Syamsuir, seorang pedagang ikan di Pasar Ikan Pusong Lhokseumawe, mengatakan tingginya harga ikan telah terjadi sejak dua pekan terakhir. “Selama dua pekan ini, kenaikan harga ikan memang cukup terasa, karena jumlah ikan yang sangat terbatas. Kalangan nelayan tidak bisa melaut normal seperti biasanya, karena ada terjadi perubahan cuaca,” ujar Syamsuir, Senin (22/8).

Syamsuir menambahkan, kenaikan harga ikan terjadi hampir di seluruh jenis ikan. Baik jenis ikan tangkapan yang dilakukan di laut lepas maupun yang ditangkap di sekitar bibir pantai dengan pukat darat.

Zakaria, pedagang lainnya, menambahkan rata-rata kenaikan harga ikan segar berkisar antara Rp 5 ribu sampai dengan Rp 10 ribu
per kilogram.

Untuk memenuhi stok dan kebutuhan konsumen, para pedagang ikan terpaksa memesan ikan-ikan segar beku dari beberapa daerah di Sumatera Utara. Apabila hal itu tidak dilakukan, maka para pedangang tidak bisa memenuhi permintaan ikan.

“Selama ini kami juga ada pesan ikan segar beku dari beberapa daerah di Prov. Sumatera Utara, agar bisa memenuhi permintaan
pasar. Untuk jenis ikan tongkol serta cumi-cumi untuk saat ini, lebih banyak dipasok dari Sumatera Utara,” tutur Zakaria.

BMKG Stasiun Blang Bintang merilis laporan, gelombang laut di wilayah Aceh tergolong tinggi. Di perairan Sabang dan Banda Aceh, tinggi gelombang mencapai 3 meter, Samudera Hindia 4 meter, perairan Selat Malaka 3 meter dan Sigli sampai Aceh Taming mencapai 3 meter.

Komentar

Loading...