Unduh Aplikasi

Cuaca Buruk, Produksi Ikan Kering di Lhokseumawe Terhambat

Cuaca Buruk, Produksi Ikan Kering di Lhokseumawe Terhambat
Suasana tempat produksi ikan kering terlihat sepi tanpa aktivitas. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Aktifitas tempat produksi ikan kering di Kota Lhokseumawe terhambat sejak dua pekan terakhir. Hal itu disebabkan karena minimnya ikan akibat cuaca buruk landa perairan Aceh.

Pantauan AJNN di tempat pengeringan ikan kering, terlihat aktifitas sangat sepi, bahkan tidak ada ikan yang dijemur, dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya yang terlihat penuh.

“Sudah hampir dua pekan kami tidak memproduksi ikan kering,” kata salah satu Pengelola produksi ikan kering di Gampong Pusong, Kota Lhokseumawe, Kamarullah kepada AJNN, Senin (11/5).

Dikatakan Kamarullah, pasokan ikan-ikan yang biasa diproduksi untuk pengeringan lalu diekspor ke Medan dan sejumlah daerah lainnya tidak tersedia. Pasalnya, nelayan di Kota Lhokseumawe tidak bisa melaut.

“Nelayan tidak bisa melaut, jadi pasokan ikan tidak ada. Sehingga rumah produksi pun terhambat,” ujarnya.

Menurut Kamarullah, omzet yang mereka dapatkan juga menurum drastis, sebelumnya mencapai puluhan juta rupiah, saat ini hanya sekitar Rp3 juta lebih saja.

“Selain pasokan ikan kurang, ekspor ikan kering juga terhambat akibat Covid-19,” imbuhnya.

Komentar

Loading...