Unduh Aplikasi

Cuaca Buruk Berlanjut, Ikan di Aceh Utara Langka

Cuaca Buruk Berlanjut, Ikan di Aceh Utara Langka
Ilustrasi. Foto : Net
ACEH UTARA - Cuaca buruk terus berlangsung. Di Aceh Utara, kondisi ini mengakibatkan nelayan tak berani melaut.

“Kami minta nelayan untuk waspada saat melaut karena sepekan terakhir kondisi cuaca sedang buruk dan tingginya gelombang laut. Bahkan dalam dua hari terakhir, banyak nelayan tidak melaut,” ujar Panglima Laot Seunuddon, Amir Yusuf, kepada AJNN, Selasa, (23/8).

Sejak beberapa hari terakhir, sejumlah nelayan dari beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, memilih tidak melaut karena cuaca buruk.

Hal senada juga disampaikan Abdul Gani, Panglima Laot wilayah Lapang. Menurutnya, badai disertai hujan dan ombak besar sering
terjadi di lautan dalam tiga hari terakhir. Ketinggian ombak mencapai 2-3 meter.

“Makanya agar tidak berisiko, nelayan di sini tidak melaut sementara waktu,” kata Abdul.

Dampak tidak melautnya para nelayan menyebabkan sejumlah harga ikan naik dan aktivitas pasar sepi. Para pedagang ikan juga mengeluhkan ketiadaan stok ikan serta tingginya harga beli.

Ikan tongkol, yang sebelumnya dijual Rp 20 ribu, kini naik menjadi Rp 25 ribu. Begitu juga jenis ikan lainnya, rata-rata kenaikan berkisar Rp 5 ribu per kilogram.

“Sejak tiga hari ini, saya hanya jualan ikan bandeng, karena terbatasnya distribusi ikan. Itupun harganya lebih mahal dari biasanya,” kata Hamdani, pedagang di Pasar Pantonlabu.

Para pedagang terpaksa mengambil ikan dari Aceh Timur untuk memenuhi kebutuhan ikan di daerah itu. Namun jumlah yang didatangkan sangat minim dan tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat di kawasan itu.

Komentar

Loading...