Unduh Aplikasi

Corona, Bupati Abdya Wajibkan Desa Sediakan Dana untuk Dibagi ke Masyarakat

Corona, Bupati Abdya Wajibkan Desa Sediakan Dana untuk Dibagi ke Masyarakat
Bupati Abdya Akmal Ibrahim, saat memberikan kata sambutan acara lepas sambut Dandim Abdya, Foto: AJNN.Net/Fakhrul Razi Anwir

BANDA ACEH - Dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim mewajibkan setiap desa di sana untuk menyiapkan dana desa sebesar Rp 50 juta sampai Rp 200 juta.

Dana tersebut, kata Akmal untuk dibagikan kepada masyarakat, baik dalam bentuk barang maupun diberikan secara langsung, mengingat banyak warga yang tidak bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka selama diwajibkan berada di rumah.

Hal ini disampaikan Bupati Akmal Ibrahim lewat akun sosial media facebook miliknya, Rabu (25/3). Setelah adanya pembahasan antara Wakil Bupati dengan Sekretaris Daerah (Setda) setempat tentang rencana dan langkah penanggulangan Covid-19.

"Setiap desa wajib menyediakan dana desa sebesar Rp 50 hingga Rp 200 juta untuk penanganan corona. Dana atau dalam bentuk barang, diberikan kepada masyarakat langsung karena mereka tak bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari selama kewajiban tetap tinggal di rumah," tulis Akmal Ibrahim seperti yang dikutip AJNN.

Akmal menyampaikan, pengelolaan dan peruntukan dana itu sepenuhnya berada di wilayah hukum pemerintahan desa. Jika perihal itu mudah, maka ia akan mengubah Peraturan Bupati (Perbup), serta memerintahkan supaya pencairan dana desa harus ditolak kalau tidak memasukkan program darurat corona.

Kemudian, Akmal juga mengatakan, seluruh biaya perjalanan dinas, baik miliknya selaku Bupati, Wakil Bupati, anggota DPRK, dan semua instansi otonom dipangkas setengah.

"Hasilnya digunakan untuk mendukung kerja tim medis, fasilitas medis, biaya operasional, serta intensif khusus tim medis, bahkan tim penanggulangan corona Abdya," tegas Akmal.

Tak hanya itu, Akmal menyebutkan, dirinya dan Wakil Bupati, Muslizar MT juga akan menyedekahkan seluruh gajinya.

Selanjutnya, bagi Sekda, ketua dan anggota DPRK, eselon II, diminta untuk bersedekah minimal Rp 1 juta per bulan. Sedangkan eselon III, sekitar Rp 500 ribu. Lalu, untuk eselon IV dan staf seikhlasnya.

"Untuk yang tak punya uang, sedekah lah prasangka dan kata-kata yang baik guna memberi semangat kepada rakyat dan tim medis di Abdya," tutur Akmal.

"Mari kita diskusikan langkah-langkah ini. Sebab rencana ini harus kita sesuaikan dengan regulasi, kecuali poin tiga. Ayo kita gotong royong dan perbanyak sedekah dalam krisis ini, jangan panik, tapi kita harus siap," seru mantan jurnalis itu.

Iklan Pemutihan BPKB- Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...