Unduh Aplikasi

Copot Direksi Bank Aceh

Copot Direksi Bank Aceh
Penyitaan Bank Aceh cabang Sabang. Foto: istimewa
MEMALUKAN. Tak ada kata-kata yang lebih pantas menggambarkan penyitaan kantor Bank Aceh cabang Sabang, kemarin siang. Bank yang menjadi simbol pembangunan daerah dan digadang-gadang sebagai bank daerah terbaik di Indonesia malah mendulang cela karena tak mau membayar kewajiban terhadap nasabah.

Bank adalah lembaga kepercayaan. Dalam menjalankan bisnis, perbankan bergantung dengan kepercayaan masyarakat. Lunturnya kepercayaan terhadap bank adalah bencana bagi perekonomian negara. Hal ini sangat sulit untuk dipulihkan kembali. Karena, jangankan hilang, kepercayaan itu luntur pun tak boleh.

Kasus pencurian dana nasabah oleh pegawai bank adalah sebuah insiden yang dapat berakibat buruk pada kepercayaan dan kinerja bank. Tak heran jika Bank Indonesia menekankan pentingnya pembinaan dan pengawasan.

Namun di Bank Aceh, hal-hal penting itu seperti tak menjadi perhatian. Hampir dua tahun lamanya, sejak Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan manajemen bank plat merah itu, Syarifah, nasabah yang dirugikan Bank Aceh, tak juga menerima ganti rugi uang yang harusnya diterima sebagai konsekunsi lalainya manajemen bank melindungi uangnya.

Alih-alih menanggung semua kerugian nasabah, manajemen malah mencoba mengalihkan tanggung jawab hanya kepada seorang karyawan yang saat ini menjalani hukuman. Manajemen bahkan tak berbuat apa-apa untuk melunasi kewajiban mereka meski itu diperintahkan negara.

Gubernur Aceh selaku pemilik bank harus mengevaluasi seluruh jajaran direksi di Bank Aceh. Harus ada yang bertanggung jawab atas penyegelan kantor cabang. Dan itu jelas tak bisa ditimpakan kepada pegawai rendahan.

Langkah yang pantas dilakukan adalah mencopot seluruh direksi yang gagal menjaga nama baik Bank Aceh. Dan ini harus dilakukan secepatnya untuk menjaga kepercayaan masyarakat yang semakin tipis kepada Bank Aceh.

Jika ini terjadi, bukan tak mungkin di masa mendatang bank ini hanya akan mengandalkan dana dari Pemerintah Aceh dan pemerintah daerah untuk bertahan. Secara bisnis, ini tentu merugikan. Apalagi bank ini akan berubah menjadi bank syariah. Bisa dibayangkan bagaimana malunya Aceh jika kasus ini berulang, dan itu terjadi saat Bank Aceh berjubah syariah. Memalukan.

Komentar

Loading...