Unduh Aplikasi

China Tolak Keberatan Australia soal Laut China Selatan

China Tolak Keberatan Australia soal Laut China Selatan
Ilustrasi kapal korps Penjaga Pantai China di Laut China Selatan. (TED ALJIBE / AFP)

Pemerintah China menyatakan tetap berkeras bahwa mereka berdaulat dan mempunyai hak maritim atas wilayah Laut China Selatan dan tidak mengakui deklarasi penolakan atas klaim Negeri Tirai Bambu yang diajukan Australia kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Sikap Australia mengabaikan fakta dan melanggar hukum internasional serta aturan dasar hubungan internasional antarnegara. China dengan tegas menolak deklarasi itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, dalam jumpa pers di Beijing, seperti dikutip dari Associated Press, Selasa (28/7).

"Kedaulatan wilayah dan hak maritim serta kepentingan China di Laut China Selatan terbentuk dari sejarah panjang dan dipertahankan oleh pemerintah China, sesuai dengan hukum internasional termasuk Konvensi Hukum Laut PBB. Hal itu tidak akan berubah akibat tuduhan yang tidak berdasar dari sejumlah negara," ujar Wang.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis, Australia mengatakan tak ada dasar hukum terkait klaim China di sana, termasuk pembangunan pulau buatan dan terumbu karang.

"Australia menolak klaim China atas hak bersejarah atau kepentingan maritim di Laut China Selatan. Tidak ada dasar hukum bagi China menggambar garis pangkal lurus yang menghubungkan titik-titik terluar laut atau pulau-pulau di Laut China Selatan," bunyi pernyataan itu, seperti yang dikutip dari AFP pada 25 Juli lalu.

Deklarasi itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, menyatakan usaha Beijing menguasai wilayah dan sumber daya di Laut China Selatan sebagai ilegal, secara eksplisit mendukung klaim teritorial negara-negara Asia Tenggara terhadap China.

China mengklaim hampir semua Laut China Selatan berdasarkan apa yang disebut garis sembilan batang, garis batas yang samar dari peta yang berasal dari tahun 1940-an.

Australia dan China terlibat perselisihan, terutama setelah Negeri Kanguru mendesak proses penyelidikan terhadap penanganan wabah virus corona (Covid-19). China menanggapinya dengan menetapkan tarif terhadap impor gandum dari Australia.

China juga meminta calon mahasiswa mereka mencari peluang studi di negara selain Australia. Padahal, jumlah mahasiswa China yang kuliah di negeri Kanguru cukup besar.

Selain itu, China meminta kepada seluruh warganya di Australia untuk waspada terhadap ancaman sikap rasialisme.

Komentar

Loading...