Unduh Aplikasi

Cerita Wirna, Office Girl KPPN Lhokseumawe yang Dipukul hingga Berdarah

Cerita Wirna, Office Girl KPPN Lhokseumawe yang Dipukul hingga Berdarah
Wirna saat menjumpai wartawan di Setber Jurnalis Pasee. Foto: Sarina

LHOKSEUMAWE – Pagi itu, tepatnya pada 18 Juni 2019 lalu, Wirna Handayani (33) seorang office girl di Kantor KPPN Lhokseumawe keluar dari rumahnya.

Sekitar pukul 04.30 WIB, Wirna warga Gampong Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe berencana menuju ke kantor tempatnya bekerja mencari rezeki sejak 2011 lalu.

Wirna, sapaan akrab wanita berkulit sawo matang dan memiliki tinggi sekitar 155 meter itu, tak menyangka kalau pagi itu akan menjadi hari yang malang untuknya.

Berniat mencari honor Rp 2 juta setiap bulannya, wanita yang masih berstatus single tersebut malah mendapatkan pukulan dari oknum Security di kantor KPPN tersebut.

Baca: Viral di Sosmed, Ini Kronologi Pemukulan Office Girl di KPPN Lhokseumawe

Sembari duduk di kursi plastik dan meletakkan tangganya di atas meja putih di Setber Jurnalis Pasee, tepatnya di QBO Coffe Lhokseumawe, Wirna mulai menceritakan kisah pahit yang dialaminya empat hari yang lalu.

“Jadi sekitar pukul 04.30 WIB, sebelum azan subuh, saya keluar dari rumah dan menuju ke kantor. Setibanya disana, saya membuka pintu pagar belakang kantor dengan posisi masih berada di atas kendaraan,” cerita Wirna kepada sejumlah awak media juga didampingi kuasa hukumnya.

Wirna mengaku karena belum turun dari sepeda motor, jadi pintu pagar agak terbanting dan bersuara keras, namun disaat hendak memarkirkan kendaraannya itu, pelaku datang dan mengatakan, kalau tutup pintu pagar itu yang benar.

“Disitu saya menjawab, memangnya kenapa, sedangkan yang lain enggak marah, kenapa kamu marah,” tanya Wirna saat itu kepada oknum security tersebut.

Dengan didampingi abang kandungnya, Wirna melanjutkan ceritanya kepada wartawan, setelah menjawab demikian, terjadi cekcok mulut antara keduanya. Hingga Wirna mengaku pelaku sempat mengatakan kalau seandainya posisi korban sebagai laki-laki maka akan dipukulnya.

“Saya menjawab, pukul saja saya enggak takut. Kemudian saya berjalan dan senggol bahu pelaku, di sana dia pukul saya dan saya balas pukul. Kemudian pelaku menekan tangan kiri saya hingga terjatuh, disitu pelaku memukul saya tanpa jeda hingga lima kali,” jelas Wirna.

Lanjutnya, setelah dipukul, di lihat kepalanya sudah berdarah, dan kemudian menelpon adiknya supaya meminta pihak keluarga menjemput.

“Saat itu abang saya yang datang, dan abang saya pagi itu menelpon Kepala KPPN namun tak diangkat-angkat, hingga kemudian dibuat laporan ke polisi,” ungkapnya.

Komentar

Loading...