Unduh Aplikasi

Cerita Siswa STM Meulaboh Ikut Demo, Terkena Lemparan Batu

Cerita Siswa STM Meulaboh Ikut Demo, Terkena Lemparan Batu
Kericuhan di kantor DPRK Aceh Barat

ACEH BARAT - Aksi pelemparan batu dalam saat unjuk rasa yang dilakukan ribuan mahasiswa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat diduga dilakukan provokator dari barisan luar peserta aksi.

Akibat aksi pelemparan batu tersebut membuat polisi melepaskan gas air mata. Salah satu siswa SMK Negeri 2 Meulaboh atau STM (Sekolah Tekhnik Menengah) yang ikut dalam barisan aksi ikut terkena lemparan batu di bagian kepala, yakni Ferdiansyah.

Menurut Ferdiansyah, sebelum aksi berlangsung di gedung DPRK setempat, ia bersama rekan sekolahnya dari STM serta ribuan mahasiswa berkumpul di Masjid agung.

"Di sana kami enggak bawa apa-apa bang, semua kami tangan kosong. Dan tidak ada dari kami yang melemparkan batu, tiba-tiba saja ada yang memprovokasi," kata Ferdiansyah.

Ferdiansyah menduga pelaku pelempar batu tersebut adalah pihak luar yang sengaja memprovokasi peserta aksi. Akibat dari lemparan batu tersebut ia pun terkena dibagian kening kiri, sehingga mengalami lecet.

"Ini tadi sempat bengkak dan biru bang kepala saya, tapi ini sudah mendingan," kata Ferdi, di Rumah Sakit Montela Meulaboh, saat menjenguk sejumlah mahasiswa yang dirawat di rumah sakit itu akibat terkena gas air mata.

Akibat dari adanya yang melakukan pelemparan batu, kata dia, membuat polisi menembakkan gas air mata ke peserta aksi, dan tidak tahan mata perih membuat para para demonstran lari kocar kacir.

Ferdiansyah mengaku melakukan unjuk rasa bersama rekannya dan ikut bergabung dalam barisan mahasiswa, karena ingin ikut memperjuangkan keadilan terhadap revisi Undang-Undang Komisi Pemberatasan Korupsi, Rancangan Undang-Undang Kitab Hukum Pidana serta sejumlah undang-undang lainnya.

"Kami demo membantu kakak-kakak mahasiswa menuntut keadilan karena ada sejumlah pasal dirubah. Ini inisiatif kami, tidak ada yang suruh," ungkapnya.

Dikatakan Ferdiansyah, sebelum mereka ikut unjuk rasa mereka sudah terlebih dahulu pamitan pada guru sekolahnya, meski tidak diizinkan namun sang guru sempat berpesan hati-hati.

Komentar

Loading...