Unduh Aplikasi

Cerita Pedagang Kecil yang Merugi di Tengah Virus Corona

Cerita Pedagang Kecil yang Merugi di Tengah Virus Corona
Pedagang lontong dan nasi gurih di Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Cut (43), seorang pedagang lontong dan nasi gurih di Lhokseumawe mengaku merugi semenjak mewabahnya Coronavirus Diseasea (Covid-19) di belahan dunia, termasuk Indonesia.

Pendapatan yang biasa diperoleh dari hasil jualan itu sekitar Rp900 ribu per hari, kini anjlok menjadi Rp300 ribu per hari, karena pembeli yang sepi.

Biasanya, ibu dari tiga anak itu setiap hari menjual makanan untuk sarapan pagi. Dan yang membeli pun sangat ramai, baik dari kalangan pekerja kantoran, anak sekolah dan juga tim medis dari rumah sakit.

“Sekarang sejak mewabahnya Covid-19 sudah sepi pembeli, bahkan makanan yang biasa habis terjual, malah kebanyakan tersisa tidak laku,” kata Istri dari Heri tersebut kepada AJNN, Senin (13/4).

Cut merupakan seorang pedagang kecil asal Gampong Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Dirinya bekerja sebagai pedagang lontong dan nasi gurih, sementara suaminya seorang nelayan.

“Untuk biaya pendidikan dan jajan anak-anak kami andalkan dari jualan lontong dan nasi gurih. Karena sekarang penghasilan pun sudah anjlok, maka harus nombok dan mencari uang dari hasil kerjaan lain,” ujarnya.

Cut juga mengaku merugi selama dagangannya tidak laku seperti hari-hari sebelumnya. Bahkan dia memutuskan untuk tidak berjualan beberapa hari terakhir, karena modalnya tidak bisa diputar lagi.

“Baru hari ini saya jualan lagi, karena enggak mungkin kami jualan tiap hari kalau tidak laku dagangannya. Semoga saja bisa kembali normal seperti biasanya,” imbuhnya.

Komentar

Loading...