Unduh Aplikasi

Cerita Nelayan Lihat Erupsi Anak Krakatau & Tergulung Tsunami

Cerita Nelayan Lihat Erupsi Anak Krakatau & Tergulung Tsunami
Tiga orang nelayan asal Lampung Selatan selamat setelah tergulung ombak tsunami. Mereka juga menyaksikan detik-detik Anak Krakatau meletus. Photo: antara

JAKARTA - Puji, seorang nelayan asal Desa Kenali, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, berada di sekitar Gunung Anak Krakatau saat gunung api itu erupsi dan memicu tsunami.

Puji menyebut Anak Krakatau meletus mengeluarkan material vulkanik dan longsor sebagian badannya. Sesaat setelah longsor itu, ombak besar muncul yang mengandaskan perahu yang ditumpangi Puji dan beberapa rekannya sesama nelayan.

Saat kejadian, Puji mengaku tengah mencari ikan bersama 14 orang sesama nelayan.

"Kami menangkap ikan menggunakan perahu jukung, dan posisinya juga saling berdekatan," kata Puji, Selasa (25/12) Dermaga Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Ia memperkirakan, lokasi tempatnya mencari ikan sekitar 2 km dari kaki Anak Krakatau. Saat itu gunung tersebut memang tengah erupsi dengan status waspada atau level 2. Warga dilarang mendekati gunung dalam radius 2 km.

Saat itulah Anak Krakatau meletus dengan mengeluarkan suara dentuman keras diiringi keluarnya lahar.

"Kami melihat Gunung Anak Krakatau seperti pecah, lalu api lahar langsung mencar turun ke laut," " kata Puji.

Longsoran badan gunung diikuti dengan gelombang tinggi. Gelombang itu yang membuat perahu jukung yang dinaiki Puji dan nelayan lain oleng.

Tak lama kemudian, datang lagi hantam gelombang kedua dan saat itulah perahu terguling dan terbalik hingga semua nelayan tercebur ke laut.

"Saat hantaman gelombang yang ketiga itu, tinggi airnya mencapai 10 hingga 12 meter dan saat itulah kami semua langsung terbawa arus ombak dan terpencar hingga tak tahu lagi arahnya kemana," kata Puji.

Setelah terseret arus ombak, kata Puji, malam itu ia berusaha mencoba untuk tetap tenang . Ia mencari kayu untuk pegangan agar bisa terapung.

"Alhamdulillah saya dapat pegangan kayu," ujarnya.

Ia kemudian mencoba berenang ke arah pulau terdekat. Setelah beberapa jam berenang ia sampai di daratan di Pulau Singkarak.

Keesokan harinya, Minggu (23/12) ia bertemu dengan tiga orang rekannya yang juga terdampar di pulau tersebut.

Sementara 11 rekannya yang lain belum diketahui nasibnya hingga kini. Puji hanya berharap, 11 rekannya yang lain selamat seperti dirinya terdampar di salah satu pulau di Selat Sunda.

Puji dan tiga orang rekannya diselamatkan oleh nelayan yang melintas. Ia kemudian dibawa ke Pulau Sebesi. Dari pulau ini, ia bersama penduduk lain yang jadi korban tsunami dievakuasi ke Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Komentar

Loading...