Unduh Aplikasi

Cerita mahasiswa Akper jual kacang keliling sejak SMP

Cerita mahasiswa Akper jual kacang keliling sejak SMP
Syahril, Syahril
SYAHRIL Gunawan pemuda Lampoh Raja, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar. Dia tipe lelaki pekerja keras dan sabar. Demi memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan. Lelaki yang kini sedang merampungkan studi ke Akademi Keperawatan Cut Nyak Dhien Banda Aceh ini rela berjualan kacang keliling.


"Saya sejak umur 16 tahun menjual kacang keliling dengan becak, waktu itu saya masih kelas 3 SMP dan saat ini umur saya sudah 21 tahun," kisah Syahril kepada AJNN, Senin (7/7).

Hasil dari penjualan kacang keliling dia gunakan untuk keperluan kampus dan sebagian membantu ekonomi keluarga. Sebentar lagi dia akan wisuda, gelar sarjana adalah buah dari usaha dan kerja keras.

Profesi berjualan kacang keliling tidak segampang yang dikira. Banyak tantangan yang mendera. Lapaknya berpindah-pindah, dia pergi kesetiap keramaian, misalnya turnamen bola, pameran, 17-san, hingga konser musik dan kampanye Pemilu.

Aceh Besar dan Banda Aceh adalah wilayah yang dia sasar untuk berjualan.

"Walaupun capek yang penting semangat, karena untuk membantu ekonomi keluarga," katanya tersenyum.

Syahril mengenang satu momen paling menyedihkan, becak mesin yang dipakai untuk berjualan habis terbakar.  Namun dia tak patah semangat, dengan modal tersisa dia kembali bangkit.

Kala Ramadhan tiba, Syahril tak lagi keliling dia memilih simpang empat Kuta Cot Glie, Aceh Besar untuk berjualan. Kini menu dagangannya juga bertambah, sudah ada cendol juga.

Dari usaha kecil itu dia bisa meraih keuntungan mencapai Rp 1 juta per hari. Dengan rincian laku cendol Rp 500 ribu dan kacang Rp 500 ribu. Tapi itu belum laba bersih. Sementara jika hari biasa dari jualan kadang saja dia bisa mendapatkan pemasukan sekitar Rp 700 ribu.

"Kalau bulan Ramadhan saya jualan dari jam empat sampai waktu berbuka," kata Syahril kepada AJNN.

Kelebihan anak pasangan Rasyit dan Sriyawan ini bukan hanya di bidang berdagang.  Ternyata Syahril  juga qari, pernah sekali mendapatkan juara 2 ditingkat kemacamatan.

Kepada pemerintah, Syahril berharap mendapatkan perhatian berupa bantuan modal usaha, agar usahanya sekarang bisa lebih maju.

"Mudah-mudahan Pemerintah ada perhatian kepada orang-orang seperti kami, paling tidak menambah modal atau memberikan becak yang lebih bagus untuk kamu berjualan keliling, karena kadang becak saya sering rusak dan belum sanggup beli yang baru," harap Syahril.

MOHD.YANIS
Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...