Unduh Aplikasi

PERINGATAN 12 TAHUN TSUNAMI

Cerita Keluarga Korban Tsunami

Cerita Keluarga Korban Tsunami
Juwahai ketika berdoa di kuburan massal Ulee Lheue. Foto: Hendra Keumala

BANDA ACEH - Meski musibah gempa dan tsunami Aceh sudah 12 tahun berlalu, namun rasa kehilangan bagi keluarga yang ditinggalkan masih belum juga lekang dalam ingatan. Seperti yang diutarakan Jawahair, warga Aceh yang sudah menetap di Medan. Ia saban tahun yakni pada tanggal 26 Desember pulang ke Banda Aceh berjiarah untuk berziarah ke kuburan massal di Ulee Lheue.

Jawahair merupakan ibu bagi dua orang anaknya yang sudah meninggal akibat musibah tsunami. Ia yakin dua anak dan ibu kandungnya telah dimakamkan kuburan massal Ulee Lheue.

Dirinya menceritakan pada saat musibah tsunami, Minggu 26 Desember 2004, ia sedang berada di Medan, sedangkan dua anaknya tinggal di Keudah Banda Aceh karena sedang kuliah.

"Mereka kuliah disini, anak pertama yakni Yuslinar sudah mau wisuda, sedangkan Marhamah sudah semester lima, tidak bisa saya sebutkan anak-anak itu cukup baik," kata Jawahair sambil menangis mengenang kedua anaknya, saat dijumpai di kuburan massal Ulee Lheue, Senin (26/12).

Setelah musibah itu terjadi, dia mencari informasi kondisi Aceh, karena akses informasi tidak jelas kemudian berusaha pulang ke Aceh dengan menumpangi kendaraan orang.

"Pada hari Selasa baru bisa ke Banda Aceh, tiga hari sesudah gempa, sampai kesini semua habis, anak, mamak, adik, semua meninggal," ungkapnya.

Juwahai mengungkapkan, sebelum musibah maha dahsyat itu, kedua anaknya sempat pulang ke Medan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Yuslinar anaknya yang pertama ini buru-buru balek ke Banda Aceh karena ingin membayar uang kuliah, sedangkan adiknya Marhamah tidak mau balik karena ingin membesihkan rumah.

"Kemudian saya meminta adiknya untuk cepat balik ke Banda Aceh. Kenangan hari raya yang membuat saya selalu sedih, yang satu heboh mau balik cepat-cepat ke Banda Aceh, sedangkan adiknya tidak mau, Mak aku tidak mau lah pulang cepat, aku mau bersihkan rumah semua, mau aku gosokkan kain mamak, jangan kau harus pulang kau kuliah, kata saya," ungkapnya.

Komentar

Loading...