Unduh Aplikasi

Cerita di Balik Angka Pengangguran

Cerita di Balik Angka Pengangguran
ilustrasi

PENGANGGURAN adalah masalah besar dalam di setiap daerah, di setiap negara. Ini menjadi catatan yang sulit dihapus dari generasi ke generasi, dari pemerintahan ke pemerintahan. Bahkan di negara maju sekalipun, kondisi ini sulit dielakkan.

Namun di Aceh, benang kusut pengangguran mulai terurai. Badan Pusat Statistik Aceh merilis jumlah angka pengangguran di sepanjang tahun ini terus menurun. Bahkan jika dibandingkan dengan jumlah pengangguran ada Agustus 2015, angka pengangguran di Aceh kini berkurang secara signifikan menjadi hanya sekitar 171 ribu angkatan kerja, atau turun sekitar 46 ribu angkatan kerja.

Untuk mendorong pengentasan angka pengangguran, Pemerintah Aceh terus berupaya untuk mendorong arus investasi masuk. Pada 2014, Pemerintah Aceh menerbitkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 96 Tahun 2014 tentang Rencana Umum Penanaman Modal Aceh sebagai panduan bagi para investor dalam dan luar negeri.

Dari data yang diperoleh AJNN dari situs resmi pemerintah, hingga 2015, total investasi yang diterima Aceh mencapai 171 proyek dengan total investasi sebesar Rp 5 triliun. Hal ini menjadikan Aceh sebagai daerah strategis bagi penanaman modal dalam dan luar negeri. 

Selain memacu investasi, Pemerintah Aceh dalam lima tahun terakhir terus mendorong kemajuan pendidikan dengan memberikan beasiswa dan menggelar pelatihan kepada angkatan kerja Aceh. Dengan demikian, mereka tak lagi bergantung kepada sektor pemerintahan untuk mendapatkan pekerjaan.

Dengan kemampuan dan keahlian yang mereka miliki, angkatan kerja Aceh terus bergerak untuk menggerakkan roda perekonomian Aceh. Karena apapun itu, pasar tetap membutuhkan tenaga-tenaga terampil untuk menjawab tantangan produktivitas yang semakin besar dan kompleks.

Tentu tak mudah membangun Aceh usai konflik. Terutama  untuk membangun iklim kerja. Para investor umumnya menahan diri untuk tidak langsung menanamkan modal mereka. Mereka cenderung memilih untuk wait and see sehingga mereka benar-benar yakin untuk meletakkan uang mereka di Aceh.

Namun celah ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Apalagi hampir Aceh memiliki bahan baku melimpah. Dengan dorongan dan kerja keras Pemerintah Aceh untuk meyakinkan pasar, perlahan-lahan Aceh dapat meninggalkan stigma buruk dan terus berbenah menjadi daerah yang mandiri. 

Pengangguran dapat memicu banyak hal negatif. Karena itu, keberhasilan Pemerintah Aceh dalam mengentaskan angka pengangguran ini perlu diapresiasi. Nilai-nilai positif ini harus dilanjutkan dan dipertahankan, demi Aceh yang lebih sejahtera.

Komentar

Loading...