Unduh Aplikasi

Cemara di Bantaran Krueng Aceh Dipangkas

Cemara di Bantaran Krueng Aceh Dipangkas
Batang cemara tanpa daun di bantaran Krueng Aceh. Foto: Arman Konadi

BANDA ACEH - Sekitar 100an batang cemara laut yang ditanam di bantaran Krueng Aceh dipangkas Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh. Pemangkasan membuat beberapa titik ruas jalan yang sebelumnya teduh dengan rindangnya karena terhalang daun dan ranting cemara kini menjadi terang.

Pemangkasan cemara laut (casuarina equisetifolia) di salah satu Ruang Terbuka Hijau di Kota Banda Aceh itu dilakukan dinas terkait sejak beberapa hari lalu. Meski tidak mempersoalkan pemangkasan, namun beberapa warga mengeluhkan kondisi yang tidak nyaman setelah dahan yang panjang ditebang.

"Memang tinggi-tinggi sekali cemarannya, mungkin takut menimpa rumah jadi dipotong sama orang DK3. Sudah berapa hari mereka di sini untuk potong-potong itu. Akibatnya, sekarang jadi panas,” kata Husna (50), warga Lambuk, Kecamatan Ule Kareng, Ahad (25/12).

Hal senada disampaikan disampaikan Ibrahim (55). "Kami tidak mungkin melarang. Inikan tanah negara. Saya cuma pinjam pakai saja bantaran ini untuk pelihara sapi," kata Ibrahim.

Di kawasan tersebut kini hanya tersisa jajaran batang pohon dengan diameter 30 hingga 50 sentimeter.

Bantaran Sungai Krueng Aceh yang ditanami cemara adalah satu dari 20 Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berada di bantaran sungai di Banda Aceh. Selain memiliki fungsi menjamin ketersediaan oksigen, keberadaannya memberi sejumlah mamfaat diantarannya menetralisir limbah dan menyimpan air.

Pelaksana tugas Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin Ishak mengatakan pemerintah memangkas tumbuhan ini atas permintaan warga dalam surat yang dikirimkan ke dinas terkait.

“Tidak mematikan. Hanya merapikan saja. Ini juga penting untuk keselamatan warga. Apalagi di saat angin kencang,” kata Hasanuddin.

Komentar

Loading...