Unduh Aplikasi

Cegah Paham Radikalisme, BNPT Gelar Dialog Pelibatan Masyarakat

Cegah Paham Radikalisme, BNPT Gelar Dialog Pelibatan Masyarakat
Dialog Pelibatan Masyarakat di Kalangan Tokoh Sosial Budaya. Foto: ist

BANDA ACEH - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, menggelar kegiatan Dialog Pelibatan Masyarakat di Kalangan Tokoh Sosial Budaya, Senin (21/11).

Dialog ini dilaksanakan dalam rangka memberi pemahaman yang benar tentang jihad, radikalisme dan terorisme. Kegiatan ini juga bagian dari Program Islam Damai bagi tokoh sosial dan budaya di Aceh.

Kepala Bidang Hukum, Ekonomi, Sosial dan Budaya pada FKPT Aceh, Kurniawan S, menyebutkan dialog tersebut merupakan program pemberdayaan masyarakat berupa pelibatan masyarakat di kalangan tokoh sosial budaya untuk pencegahan terorisme di Aceh.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan BNPT bekerjasama dengan FKPT Aceh, sebagai upaya tangkal dini dalam pencegahan tumbuh kembangnya berbagai paham radikalisme dan aksi terorisme di Aceh,” ujar Kurniawan.

Sekretaris Utama BNPT Mayjen TNI R Gautama Wiranegara mengatakan upaya pencegahan paham radikalisme dan aksi terorisme adalah tanggung jawab semua komponen bangsa. Tidak hanya tugas pemerintah.

Menurutnya, kearifan lokal melalui struktur sosial dan budaya seperti yang ada di Aceh merupakan aset strategis bangsa dalam mencegah tumbuh kembangnya benih-benih paham radikalisme dan aksi terorisme.

Abdurrahman Ayub, bekas tokoh jaringan teroris yang juga hadir dalam kegiatan ini mengungkapkan, sumber gerakan terorisme berasal dari kaum Khawarij. Bukan kaum Salafi maupun Wahabi.

Dialog diisi oleh empat pembicara, yakni Anwar Sanusi (Koordinator Kelompok Ahli BNPT), Abdurrahman Ayub (Mantan Tokoh Jaringan Terorisme), Badruzzaman Ismail (Ketua Majelis Adat Aceh), dan Al Chaidar (Pengamat Terorisme).

Adapun peserta sebanyak 150 orang terdiri dari tokoh sosial dan budaya, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, mahasiswa, perwakilan SKPA.

Komentar

Loading...