Unduh Aplikasi

Cegah LGBT, Psikolog: Tingkatkan Pola Asuh dalam Keluarga

Cegah LGBT, Psikolog: Tingkatkan Pola Asuh dalam Keluarga
BANDA ACEH – Psikolog, Dahlia S.Psi, M.Sc mengatakan, hal yang paling utama dalam upaya pencegahan agar tidak muncul perilaku Lesbi, Gay, Beseksual, Transgender (LGBT) adalah pola asuh yang benar dalam keluarga. Hal itu dikatanya saat menghadiri Talk Show LGBT Marak, Apa Sikap Kita ? di Aula Fakultas Hukum Unsyiah, Senin (7/3).

Menurut Dahlia, keluarga merupakan bagian yang memberi peran penting dalam membentuk karakter anak. Sejak anak berumur nol tahun, itu sudah mulai berkembang, kemudian dari nol sampai dua tahun sudah terbentuk kepribadian dasar.

Anak diusia balita, katanya, tidak hanya perkembangan aktivitas mental yang berkembang sangat pesat, tetapi juga perkembangan kepribadiannya yang menjadi tolak ukur pertama.

"Tanamkan rasa nyaman, rasa aman kepada anak. Berikan pelukan setiap saat anak merasa takut. Ketika anak berada dalam masalah, maka anak akan aman, rasa aman dari keluarga itu. Salahnya pola asuh, minimnya pendidikan agama, moral, etika dan sebagainya menjadi anak terjerumus dalam perilaku LGBT,” ujar Dahlia.

Menurutnya, kalau orang tua memberikan rasa sayang, rasa nyaman kepada anak maka masalah apapun yang dihadapinya bisa diselesaikan, karena anak bisa bicarakan dengan orang tua. Dan orang tua diharapkan tidak terlalu sewenang-wenang tanpa mendengar keluh kesah dari anak-anak, orang tua bisa menjadi teman curhat sang anak.

"Jika anak sudah mulai ada rasa aman, rasa nyaman dengan orang tua, dia bisa mengidentifikasi dirinya misalnya kalau laki-laki dekat dnengan ayahnya, dia melihat bagaimana laki-laki itu, dia melihat dari ayahnya. Kalau perempuan dari ibunya. Jadi ini dasar utama agar anak itu rasa aman,” imbuh Dahlia.

Jika sudah mulai mempunyai konsep dasar yang baik, katanya, orang tua sudah mulai gampang mengurusi anak kedepannya. Tidak berarti lepas tangan juga. Namun, ada fase selanjutnya yang harus dikawal selalu dalam pertumbuhan anak.

":Sekarang kita lihat orang tua sibuk bekerja, anak dititipkan kepada pembantu, komunikasi pun jarang. Padahal pelukan, dekapan dari orang tua itu sangat penting dalam membuat anak tenang dan nyaman. Bisa kita hitung orang tua yang punya waktu untuk anak," pungkas dia.

Komentar

Loading...