Unduh Aplikasi

Cara memilih mainan yang aman

Melihat hasil inspeksi yang dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, ternyata mainan yang berbahaya untuk anak-anak masih banyak dijual bebas. Lalu, bagaimana cara membedakan mainan yang aman dan berbahaya?

Direktur Pengawasan Barang dan Jasa Kementerian Perdagangan Irpan Ganda Putra mengatakan memang sulit untuk membandingkan keduanya. Namun, pemerintah terus mensosialisasikan tips memilih mainan yang aman dalam selebaran brosur.

"Sosialisasi kita lakukan, kita sebar brosur kiat-kiat memilih mainan anak. Memang kesadaran masyarakat untuk memilih mainan harus ditingkatkan, minimal di lingkungan keluarga kita," ungkap dia kepada Okezone, Selasa (23/12/2014).

Dia menjelaskan beberapa poin yang selalu disosialisasikan, yakni:

1. Pastikan produk sesuai standar dan harus ada logo SNI dengan garis atas dan bawah;

2. Mainan sudah terdaftar di Kemendag, ada nomor registrasi produk (NRP) untuk produk lokal dan nomor pendaftaran barang (NPB) untuk produk impor;

3. Menggunakan label dalam bahasa Indonesia. Label dapat di-emboss, dicetak, atau melekat pada barang atau kemasan;

4. Dilengkapi dengan manual kartu garansi dalam bahasa Indonesia.

"Pada umumnya label berisi nama barang, merek barang, nama dan alamat produsen untuk barang lokal, nama dan alamat importir untuk barang impor, spesifikasi barang, simbol bahaya atau tanda peringatan yang jelas, negara pembuat barang, informasi umur pengguna dan keterangan penggunaan mainan (di dalam atau luar ruangan)," jelasnya.

Sedangkan untuk mainan elektrik juga harus mencantumkan model, serta keterangan pada tempat baterai seperti tanda voltase dan susunan baterai, simbol AC/DC untuk mainan dengan boks baterai sedangkan pada trafo harus terdapat tanda seperti tegangan mainan, simbol AC atau DC dan besaran daya masukan dalam watt atau volt ampere.

Untuk mainan dengan pasokan ganda harus mencantumkan persyaratan untuk baterai maupun trafo. Bila mainan menggunakan lampu deteksi maka juga harus mencantumkan tanda voltase mainan, daya maksimal masukan, dan arus maksimum.

OKEZONE

Komentar

Loading...