Unduh Aplikasi

Cara Irfan TB Cegah Penyebaran Covid-19 di Aceh Jaya

Cara Irfan TB Cegah Penyebaran Covid-19 di Aceh Jaya
Bupati Aceh Jaya, T.Irfan TB saat memberikan keterangan kepada awak media di posko pemeriksaan perbatasan, Lamno Aceh Jaya. Foto: AJNN/Suar

ACEH JAYA - Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB membuat berbagai terobosan dan langkah cepat tanggap dalam rangka menghadapi penyebaran wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di kabupaten Aceh Jaya.

Hingga hari ini berbagai kebijakan dilahirkan baik itu melalui surat edaran maupun seruan bersama forkopimda untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (7/4).

Salah satu kebijakan yang diapreasiasi yakni pendirian pos pemeriksaan atau screening COVID-19 di perbatasan baik itu di Lamno perbatasan Aceh Jaya dengan Aceh Besar maupun di Teunom perbatasan Aceh Jaya dengan Aceh Barat. Pos Pemeriksaan Covid-19 itu juga akan bekerja 24 jam hingga batas waktu yang belum ditetapkan.

Pendirian Pos Pemeriksaan Covid-19 ini dinilai sangat tepat untuk mencegah wabah Corona masuk ke wilayah Aceh Jaya.

Baca: Cegah Penyebaran Wabah Corona, Pintu Masuk Aceh Jaya Diperketat

Dengan adanya pos pemeriksaan Covid-19 di perbatasan ini diharapkan semua warga yang masuk ke Aceh Jaya baik warga Aceh Jaya yang baru pulang dari daerah Pandemi Covid-19 maupun warga luar yang hendak ke Aceh Jaya bias terdeteksi secara dini. Sehingga segala kemungkinan hal terburuk bisa teratasi dengan perencanaan yang matang.

“Ya walaupun perjalanan sedikit terhambat karena adanya pos pemeriksaan Covid-19 ini, namun kami yakin tujuan ini adalah untuk kebaikan bersama demi mencegah wabah corona masuk ke Aceh Jaya, dan kami sangat mendukungnya,” kata Salman warga Calang kepada AJNN, Sabtu (4/4) lalu saat melintasi Pos Pemeriksaan Covid-19 di Lamno.

Bupati Aceh Jaya, T.Irfan TB mengatakan, Pos Pemeriksaan Covid-19 di Perbatasan didirikan pihaknya atas dasar masukan dari berbagai pihak serta setelah melewati kajian dan berbagai pertimbangan dalam rangka menangkal dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Aceh Jaya.

Selain itu, Pos Pemeriksaan Covid-19 di perbatasan ini juga bertujuan untuk mendisiplinkan para aparatur sipil negara dan tenaga honorer Aceh Jaya terhadap surat edaran Bupati Aceh Jaya serta imbauan Forkopimda dalam rangka pencegahan dan penangan Covid-19 di Aceh Jaya untuk tidak keluar dan pergi ke daerah yang sudah terkonfirmasi pandemi Covid-19.

"Kita sudah keluarkan surat edarannya, bagi ASN kita di Aceh Jaya tidak ada yang keluar Aceh Jaya selama darurat corona ini, jika membandel maka sanksinya tetap ada," tegas Bupati Aceh Jaya, T.Irfan TB yang

Dirinya juga mengungkapkan selama ini pihaknya juga sudah melarang Warga Negara Asing (WNA) serta warga luar provinsi Aceh untuk masuk ke wilayah Aceh Jaya baik itu via darat maupun via laut.

Baca: ASN yang ke Daerah Pandemi Corona Dilarang Pulang ke Aceh Jaya

Maka dari itu jika pun ada yang kecolongan, diminta setiap Keuchik dalam kabupaten Aceh Jaya untuk mendata setiap
warga luar yang masuk dengan mendirikan posko desa siaga Covid-19.

“Untuk sementara waktu kita tunda dulu hingga wabah C corona ini berakhir, termasuk bongkar muat tiang pancang di Pelabuhan Calang, sudah kita larang juga untuk bersandar kapal Asing,” ujar Irfan TB.

Sementara itu, Irfan TB mengapreasiasi atas kesiagaan RSUD Teuku Umar dalam persiapan dan menghadapi wabah Covid-19 serta tim medis lainnya baik yang bergabung dalam Tim Gugus Tugas Covid-19 kabupaten maupun yang bertugas di Puskesmas dalam kabupaten Aceh Jaya.

“Pekerjaan para medis dan petugas yang terlibat dalam menangani pasien cCorona tidak mudah, merekalah pahlawan kemanusiaan. Jadi tolong dihargai, jangan ada yang mengucilkannya,” pinta Irfan TB.

Dirinya juga meminta semua masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Aceh Jaya. Pihaknya juga menyadari jika wabah corona ini sudah sangat berdampak terhadap perkembangan ekonomi masyarakat, apalagi ditengah wabah ini banyak kebutuhan pokok jadi meningkat.

Oleh sebab itu, Irfan meminta kepada masyarakat untuk tidak menimbun bahan pokok agar tidak terjadinya kelangkaan, serta pihak penjual juga diminta membatasi penjualan bahan pokok yang berlebihan.

“Selain ada tim yang pantau kebutuhan dan harga bahan pokok di Aceh Jaya, kita juga minta pedagang untuk membatasi pembeli yang berlebihan. Namun untuk beras kita masih punya stok hingga Oktober mendatang, dan kita rencanakan dalam waktu dekat juga akan mengadakan pasar murah nantinya,” Ucapnya.

“Mari kita sama-sama tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, jadikan musibah ini sebagai pelajaran penting untuk tetap bersujud syukur dan meminta ampunan agar hari esok lebih baik lagi dari hari ini,” pungkas Irfan TB.

Komentar

Loading...