Unduh Aplikasi

Cara DPMPTSP Promosikan Potensi Investasi di Aceh

Cara DPMPTSP Promosikan Potensi Investasi di Aceh
Kabid Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Aceh, Syarifah Zulfa

BANDA ACEH - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh terus melakukan promosi guna meningkatkan nilai investasi di Aceh.

Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Aceh, Syarifah Zulfa mengatakan, promosi untuk menumbuhkan nilai investasi di Aceh, mereka telah melakukan sosialisasi dengan berbagai cara, termasuk melalui media massa.

"Kita melakukan promosi penanaman modal itu dalam hal potensi melalui media cetak, elektronik dan online," kata Syarifah Zulfa kepada AJNN saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/10).

Syarifah menyampaikan, selain melalui media, pihaknya juga memperkenalkan Aceh melalui forum-forum pertemuan, pameran serta kampanye lainnya.

Semua itu dilakukan agar orang bisa mendapatkan informasi guna meyakinkan dan menarik minat berinvestasi di Aceh dari potensi yang ditawarkan.

Syarifah menyebutkan, potensi yang ditawarkan saat ini lebih memfokuskan ke sektor agrobisnis, infrastruktur, energi, pariwisata dan kawasan seperti pelabuhan bebas Sabang, Kawadan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, kawasan industri Ladong dan Lampulo.

"Itu yang kita tawarkan, mengenai kawasan itu merupakan salah satu solusi," ujarnya.

Namun, kata Syarifah, selama ini investasi di Aceh sering terkendala dengan lahan. Banyak status lahan yang tidak jelas, tumpang tindih, hal itu menjadi poin utama dalam rapat investasi yang harus diselesaikan.

"Karena bagaimanapun bagusnya materi meyakinkan orang, tapi kalau bermasalah terkait lahan, banyak pun yang datang tetap harus berbenah," tuturnya.

Untuk itu, Syarifah mengaku dalam membenahi persoalan itu tidak bisa jika hanya dilakukan oleh DPMPTSP saja, melainkan harus adanya keterlibatan semua pihak, baik itu pemerintah Aceh maupun legislatif selaku pembuat aturan.

Apalagi, saat ini memang banyak regulasi-regulasi yang masih tumpang tindih mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten/kota. Dan pihak swasta terkadang juga diwajibkan melakukan kerjasama, baik dengan pihak swasta dalam negeri maupun luar negeri.

Tak hanya itu, lanjut Syarifah, dukungan masyarakat juga sangat diharapkan, dalam hal merubah cara pandang orang luar terhadap citra Aceh sebagai tujuan investasi.

Kemudian, pemerintah juga sangat membutuhkan dukungan pihak lainnya, termasuk media sebagai corong informasi utama yang bisa didapatkan oleh orang lain

Harus berimbang, informasi positif juga harus dimunculkan, tidak hanya informasi yang negatif saja. Jika ia jangan terlalu berlebihan diangkat," inginnya.

"Mengingat selama ini orang takut dengan berita tentang Aceh. Ternyata setelah mereka datang jadi senang dengan kondisi Aceh," imbuhnya.

Selanjutnya, DPMPTSP juga melakukan promosi keluar negeri tentang sumber daya yang bisa diperbaharui, untuk kemudian diajak berinvestasi. Menggalakkan melalui forum bisnis, pamaren potensi dan peluang.

Syarifah menuturkan, sejauh ini setiap orang yang sudah datang ke Aceh pasti berminat untuk berinvestasi. Tetapi, saat implementasinya masih ada kendala, karena itu perlu bersama-sama meminimalisir masalahnya.

Pihaknya juga tidak pernah berhenti mempromosikan nilai investasi di Aceh, meskipun banyak tantangan, tetapi tetap terus dilakukan melalui kampanye media untuk menyampaikan informasi lebih banyak.

"Bagaimana langkah-langkah ini terus kita perbaiki, kalau kita bergandengan tangan, hal yang berat pun bisa menjadi ringan," tutup Syarifah.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...