Cara Buruk Merawat Kepercayaan

Cara Buruk Merawat Kepercayaan
Ilustrasi: unsplash.

KEPALA Kepolisian RI Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bertanya, mengapa capaian vaksinasi di Aceh rendah. Jawabannya ada banyak hal. Namun yang paling utama adalah rendahnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. 

Sebelum dipaksakan dengan berbagai ancaman, vaksinasi adalah urusan yang sangat pribadi. Ilmu kedokteran boleh menjangkau langit pengetahuan, namun tetap saja tidak bisa memaksakan orang-orang untuk berhenti mendatangi tabib yang tidak memiliki standar kompetensi yang layak dalam ukuran ilmu kedokteran. 

Perkara sembuh atau tidak, lagi-lagi, semua kembali kepada kepercayaan. Karena sesungguhnya yang menyebuhkan itu Allah, medianya hanya obat atau kemenyan. Sama seperti saat Musa as membelah laut, yang sakti bukan tongkatnya, atau Musa. Yang hebat itu adalah kuasa Tuhan. 

Nilai-nilai ini tak boleh disepelekan. Terutama dalam kehidupan masyarakat Aceh yang akrab dengan nilai-nilai keagamaan. Sejak awal pandemi Covid-19, Pemerintah Aceh sibuk dengan hal-hal yang tak penting. Dan hal-hal itu membuat rakyat tak percaya kepada pemerintah dan ucapan-ucapan mereka yang ditempelkan di ratusan kendaraan dinas dan spanduk-spanduk. 

Seharusnya, untuk merengkuh hati masyarakat, Pemerintah Aceh segera merangkul tokoh masyarakat di semua kalangan. Namun seperti biasa, pemerintah selalu telat bertindak. Perpaduan kebijakan buruk dan kampanye yang tidak tepat sasaran ini berkontribusi besar dalam rendahnya pencapaian target vaksinasi Covid-19 di Aceh. 

Di tengah tipisnya rasa kepercayaan ini, muncul kasus-kasus medis setelah warga disuntikkan dosis vaksin. Kasusnya macam-macam. Teranyar, seorang tenaga medis di Nagan Raya dilarikan ke rumah sakit setelah mendapatkan vaksinasi booster. 

Baca Selanjutnya...
Halaman 12

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini