Unduh Aplikasi

Cara Bersama Melawan Perbudakan

Cara Bersama Melawan Perbudakan
Ilustrasi: thedailytexan

KEPOLISIAN mengusut tuntas kasus yang menjerat Safridawati. Warga Langkahan, Aceh Utara, ini diduga menjadi korban penjualan manusia. Ayahnya, Nurdin, menduga saat ini anaknya berada di Malaysia. Safridawati menghilang sejak 2017.

Pada 2015, Safridawati diduga dibujuk untuk bekerja di Malaysia oleh Mutia, warga sekampungnya. Safridawati diiming-imingi gaji Rp 3 juta sebulan. Mutia berkali-kali membujuk Nurdin untuk mengizinkan Safridawati bekerja di negeri jiran itu.

Tiga tahun lamanya keluarga Safridawati kehilangan kontak. Terakhir kali, wanita ini menelepon ke Aceh menyatakan keinginannya untuk pulang. Tapi dia mengaku tak punya uang. Setelah itu, kabar Safridawati tak pernah terdengar lagi.

Aceh masih menjadi salah satu daerah yang menjadi incaran para pemburu pekerja ilegal dan mafia perdagangan manusia. Imbalan besar per kepala bagi para calo yang berhasil membujuk mangsanya terlalu sulit untuk diabaikan. Apalagi, di Aceh, bekerja di sektor riil adalah hal langka. Terutama bagi warga di kampung yang memang sulit mengakses lowongan kerja.

Pemerintah daerah juga hendaknya berperan aktif dalam melindungi warganya. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan peran pemerintah gampong untuk memonitor dan mendeteksi upaya perdagangan manusia dan pekerja asing ilegal ke luar negeri.

Keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting untuk mengingatkan warga tentang kejahatan ini. Apalagi, saat ini, para pedagang manusia dan calo tenaga kerja ilegal memiliki akses langsung ke calon korban menggunakan teknologi internet.

Para “predator” ini memanfaatkan facebook, whatsapp atau layanan media sosial lain untuk berada lebih dekat secara emosional dengan mangsanya. Dengan penuh kesabaran, mereka terus membujuk hingga akhirnya seorang anak manusia, entah itu lelaki atau perempuan, terbujuk.

Tentu saja semua ini kembali ke penegakan hukum. Kepolisian harus bekerja lebih keras mengungkapkan kasus ini. Kepolisian harus melibatkan banyak pihak untuk mengungkapkan kasus ini. 

Lembaga swadaya masyarakat hendaknya ikut berperan memberikan sosialisasi tentang bahaya perdagangan manusia dan perbudakan. Apalagi, anggaran yang dimiliki kepolisian untuk mengatasi hal ini sangat terbatas. Bersama-sama, tugas untuk melindungi saudara-saudara kita dari para “predator” ini akan lebih efektif.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...