Unduh Aplikasi

Cantik Tapi Bau

Cantik Tapi Bau
Ilustrasi: whalebone.

ACEH memang memiliki pemandangan alam luar biasa. Pantai-pantai biru, pasir putih dan bersih. Pegunungan yang asri. Semua ada di sini. 

Namun semua itu berkurang nilainya karena di lokasi-lokasi wisata itu, urusan sampah, kamar mandi, musala dan air bersih, sering kali dilupakan. Di banyak lokasi wisata di Aceh, air bersih, kamar mandi, wc, dan musala sering kali tak terawat. 

Padahal sanitasi adalah cara hidup masyarakat modern. Di Pantai Wisata Islami di Pidie Jaya, tak ada saluran pembuang. Fasilitas mandi-cuci-kakus juga minim. Padahal daerah itu dikunjungi ratusan orang setiap pekan. 

Bahkan di kawasan-kawasan yang ramai dikunjungi orang, seperti di Pantai Lampuuk, Aceh Besar, fasilitas-fasilitas itu sangat terbatas. Namun para pengunjung tak punya pilihan lain dan terpaksa menggunakan fasilitas yang ada.

Tentu saja ini membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah daerah, misalnya, harus mengalokasikan dana untuk membangun fasilitas pendukung itu di lokasi yang tepat. Sehingga, usai pembangunan, fasilitas itu dapat dimanfaatkan masyarakat. 

Para pengelola lapak wisata juga bertanggung jawab atas kebersihan di areal mereka. Mulai dari tempat jualan dan dapur. Pedagang perlu memestikan tidak ada sampah yang berserak di tempat mereka berjualan. 

Para wisatawan juga diminta untuk menjaga kebersihan dengan memberikan mereka kantong plastik untuk tempat mengumpulkan sampah. Saat akan pulang, kantong berisi sampah dapat diletakkan di tempat sampah atau diletakkan di tempat tertentu untuk diambil petugas kebersihan agar tidak meninggalkan bau. 

Pemerintah daerah di seluruh Aceh perlu memperhatikan infrastruktur pendukung di kawasan-kawasan wisata. Sehingga para pelaku dan wisatawan yang berada dalam kawasan itu merasa nyaman dan mau berlama-lama menghabiskan waktu di satu lokasi wisata. Keindahan alam Aceh juga akan semakin berkesan di hati para wisatawan. Untuk apa cantik kalau bau.

Komentar

Loading...