Unduh Aplikasi

Camat Diminta Pandai Berkomunikasi dengan Masyarakat

BIREUEN - Ekses pemukulan Camat Peusangan Selatan, Bireuen, Rusli Ben Prang, oleh warga Paya Crot karena diduga tak bijak berkomunikasi dengan warga pada Selasa (13/10/) lalu, memunculkan tanggapan dari Anggota Komisi A, DPRK Bireuen, Muhammad Nizar.

Muhammad Nizar meminta, di masa mendatang Bupati Bireuen dalam menempatkan seorang camat harus lebih mempertimbangkan sisi kepiawan yang bersangkutan dalam merangkul dan berkomunikasi dengan masyakarat agar kejadian pemukulan serupa tidak terjadi lagi.

"Saya mengaharapkan kapada Bupati Bireuen, dalam penempatan seorang camat jangan hanya melihat kepada basic ilmu yang bersangkutan dari STPDN saja, namun jaga harus melihat juga pada kemampuan dan kepiaiwan dalam merangkul dan membangun komunikasi dengan masyarakat," kata Muhammad Nizar, Jum'at (16/10) di Kantor DPRK Bireuen.

Ia mengaku sangat menyayangkan kasus pemukulan tersebut dan berharap tidak terulang lagi. Untuk itu, kasus tersebut diminta menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten.

"Apalagi masyarakat Peusangan Selatan, khusus Paya Crot merupakan daerah yang juga parah mengalami konflik dulu, masyarakat harus dirangkul dan berkomunikasi dengan santun," katanya.

Selain latar belakang pendidikan, gaya berkomunikasi camat juga diminta menjadi perhatian pemerintah dalam menempatkan camat di daerah-daerah bekas konflik.

| SAFRI MS

Komentar

Loading...