Unduh Aplikasi

Calang Ditolak, Akhirnya Kapal Asing China Bongkar Tiang Pancang PLTU di Meulaboh

Calang Ditolak, Akhirnya Kapal Asing China Bongkar Tiang Pancang PLTU di Meulaboh
Proses pemindahan tiang pancang milik PLTU 3 dan 4 Nagan Raya di Pelabuhan Jetty Meulaboh. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Setelah sempat tertahan selama sebulan dan terkatung-katung di tengah laut, akhirnya kapal asing dari China yang membawa tiang pancang untuk material pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 dan 4 Nagan Raya, berhasil dibongkar di Pelabuhan Jetty Meulaboh, yang berada di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan.

Pembongkaran tiang pancang tersebut mulai dilakukan Rabu (6/5), setelah adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara Perusahaan Daerah Pakat Beusare dengan pemerintah kabupaten setempat, dalam hal pengelolaan Pelabuhan Jetty Meulaboh.

Kepala Dinas Perhubungan, Tarfin, mengatakan setelah adanya MoU tersebut, maka proses pembongkaran tiang pancang telah dapat dilakukan, apalagi saat MoU itu diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat, tidak ada penolakan.

“Dalam isi MoU antara pemkab dengan PD Pakat Beusare itu disepakati pembagian hasilnya 80 banding 20 persen. Dimana 80 persen untuk daerah 20 persen untuk perusahaan,” kata Tarfin.

Dengan demikian, kata Tarfin, pengelolaan Pelabuhan Jetty Meuaboh kini resmi dikelola oleh PD Pakat Beusaree yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Tarfin mengatakan, setelah adanya MoU yang dikeluarkan pada Senin (4/5), harusnya pembongkaran tiang pancang sudah bisa dilakukan Selasa (5/5), namun karena besarnya gelombang laut membuat proses kapal tongkang pengangkut tiang pancang dari Mother Vessel New Lucky II tidak bisa berlabuh.

Baca: Awak Kapal Asing dari China Terancam Kelaparan, YARA: Otoritas Terkait Bertanggung Jawab

“Setelah dibongkar tadi maka rencananya tiang pancang ini akan dilakukan loading pada tengah malam saat jalanan sepi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sebelumnya proses pembongkaran tiang pancang milik PLTU 3 dan 4 tersebut sempat tidak bisa dilaksanakan karena Kapal MV New Lucky II tersebut tidak izinkan berlabuh di dermaga Calang, Kabupaten Aceh Jaya, oleh Bupati Aceh Jaya, Irfan TB.

Padahal kapal pengangkut tiang pancang itu tiba pada 30 Maret 2020 lalu di perairan laut Calang, sehingga kapal tersebut terpaksa mengapung di tengah laut Calang, bahkan empat belas hari ditenga lahut calang Anak Buah Kapal (ABK) kapal tersebut kehabisan stok minuman.

Pada tanggal 19 April awak kapal MV New Lucky II akhirnya memutuskan merapat ke wilayah perairan laut Aceh Barat, dan berencana melakukan pembongkaran di wilayah Pelabuhan Jetty Meulaboh.

Namun rencana pembongkaran pipa beton tersebut, juga sempat gagal lantaran mendapat penolakan, sehingga para ABK itu kembali terkatung-katung di tengah laut di perairan Aceh Barat.

Dan pada tanggal 24 April, awak Kapal MV Neuw Lucky II itu terpaksa menyurati Kedutaan besar Republik Rakyat China, karena mulai kehabisan stok makanan dan air segar, yang sangat berpengaruh untuk kesehatan mereka.

Komentar

Loading...