Unduh Aplikasi

Cabuli Tiga Siswi SD, Kakek Pedagang Kantin di Aceh Utara Ditangkap Polisi

Cabuli Tiga Siswi SD, Kakek Pedagang Kantin di Aceh Utara Ditangkap Polisi

ACEH UTARA - Seorang kakek berinisial S (54), dilaporkan oleh orang tua wali murid kepada pihak kepolisian Polres Aceh Utara, atas dugaan kasus pencabulan anak di bawah umur.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama mengatakan, tersangka S diamankan setelah pihaknya menerima laporan atas kasus pencabulan terhadap tiga korban anak di bawah umur.

Adhitya Pratama menyebutkan, tersangka merupakan salah seorang pedagang di warung salah satu SD di pedalaman Aceh Utara. Menurut laporan yang diterima, ketiga korban pencabulan oleh S, merupakan siswi SD setempat.

"Sejauh ini sesuai laporan yang kami terima sudah ada tiga korban yang dicabuli S," kata Adhitya Pratama, Selasa (16/12).

Terungkapnya kejadian itu kata Adhitya bermula saat salah seorang siswi berinisial W membeli jajan di warung milik S, pada saat jam istirahat. Usai membeli jajanan, tersangka meminta W murid kelas V SD itu untuk datang ke rumahnya setelah pulang sekolah.

"Ajakan tersangka S untuk datang ke rumahnya ternyata diceritakan W kepada temannya M. Namun M, mengatakan kepada W untuk menolak ajakan tersebut, karena M dan seorang temannya A, mengaku pernah dibuka celana oleh S, saat berada di rumahnya kepada W," jelas Adhitya.

Adhitya menyebutkan, cerita dan kisah memilukan dua murid kelas sekolah dasar ini ternyata sampai ke telinga guru didik sekolah. Ketika mereka dipanggil oleh guru, M dan A mengaku telah dilecehkan oleh tersangka S.

"Sejauh ini sudah ada tiga korban yang melaporkan. Pertama A, siswa kelas IV SD. Kepada orang tuanya, ia mengaku pertama kali dicabuli pada Juli 2018 lalu di rumah pelaku. Hingga rentang waktu hingga 2019, korban mengaku telah dicabuli sebanyak 4 kali," jelasnya.

Selain korban A, sebut Adhitya Pratama, dua siswi lainnya M dan satu korban lagi malah masih duduk di bangku kelas II SD juga bernasib serupa dengan A, yakni telah mengalami pencabulan sejak Juli 2018 lalu ketika jam istirahat sekolah.

"Para orang tua korban sudah membuat laporan, setelah ketiga siswi tersebut bercerita kepada orang tuanya akan perbuatan bejat S yang mereka alami," ujar Adhitya.

Dirinya mengimbau, apabila masih ada siswa lainnya yang menjadi korban dari perbuatan pelaku S, maka segera laporkan ke Polres Aceh Utara.

"Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 50, Jo Pasal 47 Qanun Aceh No. 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat dengan ancaman hukuman paling singkat 150 bulan penjara dan paling lama 200 bulan penjara," pungkas Kasat Reskrim.

Komentar

Loading...