Unduh Aplikasi

Cabai Merah Penyumbang Inflasi Tertinggi di Lhokseumawe

Cabai Merah Penyumbang Inflasi Tertinggi di Lhokseumawe
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Sebagai salah satu upaya Bank Indonesia (BI) dalam mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, yang salah satunya dipengaruhi oleh tingkat inflasi dengan banyaknya tingkat pengangguran serta rendahnya produktivitas barang dan jasa.

Apabila dihubungkan dengan keadaan di Kota Lhokseumawe, berdasarkan data yang dimiliki, pada bulan Oktober 2016 inflasi terjadi sebesar 0,22 persen. Dari angka tersebut, komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah cabai merah sebesar 0,32 persen.

Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, berusaha untuk melakukan pengendalian inflasi dimaksud, dengan cara melakukan kerjasama dengan Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Lhokseumawe.

"Kegiatan pengendalian inflasi pengembangan Klaster Cabai Merah sudah tertuang dalam Nota Kesepahaman No.18/7/Lsm/P/B dan No.521.1/272/2016 tanggal 28 April 2016," kata Kepala kantor Bank Indonesia (BI) Cabang Lhokseumawe, Yufrizal, Senin (14/11).

Tambahnya, dalam rangka pengembangan klaster cabai merah tersebut pula, BI melakukan berbagai program, kegiatan dan bantuan-bantuan, antara lain bantuan dalam bentuk bibit dan saprodi, bantuan mesin pompa air, pendampingan dari tenaga ahli, monitoring dan evaluasi serta bimtek dan pelatihan mengenai, penanganan pasca panen komoditi cabai merah.

"Pelatihan itu menghadirkan narasumber dari Program Studi Agro Teknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, yaitu Ibu Dr. Rita Hayati SP, M.Si, " ujarnya.

Komentar

Loading...