Unduh Aplikasi

Burungmu Bukan Burungmu

Burungmu Bukan Burungmu
Ilustrasi: dreamstime.

MASYARAKAT Aceh perlu mendefinisikan ulang kecintaan mereka terhadap burung. Selama ini, burung-burung yang seharusnya mewarnai alam liar kerap kali terkurung di dalam sangkar dan diperjualbelikan.

Di masa lalu, memelihara burung mungkin menjadi tren. Seorang pejabat akan sangat bangga saat memiliki burung-burung eksotis di halaman rumah mereka. Masyarakat umum memilih burung-burung yang lebih murah, tergantung posisi mereka di dalam masyarakat.

Namun yang tak pernah dipikirkan adalah posisi burung-burung di alam liar. Padahal, masing-masing burung itu ditugaskan untuk melindungi manusia, sebagai khalifah, agar hidup di bumi ini dengan lebih baik.

Burung itu akan lebih bermanfaat saat berada di alam liar. Elang, misalnya. Burung ini adalah predator puncak yang mengendalikan sejumlah hewan yang mungkin kita anggap sebagai hama. Di sebuah perkampungan di Jawa, pemerintah desa setempat menggunakan burung hantu untuk mengendalikan hama tikus yang tak bisa dikendalikan dengan racun dan cara-cara yang dianggap modern. 

Sedangkan burung yang berukuran lebih kecil akan sangat membantu mengendalikan serangga agar tidak meledak dan merusak banyak hal. Terutama tanaman pangan. Beberapa hama tanaman yang sangat mengganggu kualitas dan kuantitas hasil panen. 

Burung juga menjadi faktor kesuksesan dalam proses penyerbukan tanaman. Hal ini juga kerap luput dari perhatian kita karena kita, sebagai manusia, menganggap burung-burung itu berhak dikekang. 

Kita sering kali salah memahami dan menganggap kicauan burung yang indah itu untuk memuji kehadiran kita. Padahal, kitalah yang berkepentingan untuk menjaga keberadaan mereka di alam liar sebagiai bentuk rasa syukur. 

Burung-burung yang diciptakan Allah dengan sayap dan kemampuan menjangkau tempat-tempat tinggi dan jauh tentu akan sangat tersiksa mendapati diri mereka hanya berkutat di dalam sangkar yang kecil dan keras. Setiap hari.

Semua itu kita lakukan hanya sekadar memuaskan nafsu dan sedikit keuntungan. Karena sering kali kita menganggap diri kita mencintai burung, padahal kita hanya mencintai diri sendiri. Itu hanya karena kita lebih suka memandang mereka di dalam sangkar ketimbang di alam liar.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...