Unduh Aplikasi

INTERMESO

Burung

Burung
ilustrasi: fiqih islam

KEINGINAN Wiranto; Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, untuk memeriksa Muzakir Manaf dinilai Bang Awee sebagai sesuatu yang wajar. Menurut Bang Awee, Wiranto memang menteri yang kerap mengeluarkan pernyataan nyeleneh, terutama saat berhadapan dengan lawan politik.

Beberapa waktu lalu, usai Mualem--sapaan Muzakir Manaf--mengeluarkan usulan referendum di Aceh, Wiranto lantas merespons dengan ancaman. Bekas ajudan Presiden Suharto itu mengatakan Mualem dalam dihukum karena mengutarakan wacana itu.

Padahal, kata Bang Awee, Mualem, atau tokoh-tokoh yang berseberangan pemahaman dengan Wiranto, hanya menyampaikan uneg-uneg. Sama seperti seorang anak yang mengancam keluar dari rumah kalau tidak dibelikan baju lebaran. Atau sama seperti saat Wiranto mewacanakan untuk membentuk tim hukum yang menyensor pernyataan pejabat politik yang menyerang pemerintah.

Semua itu, kata Bang Awee, adalah pernyataan seorang anak bangsa. Dan itu sah. Karena konstitusi negara ini memberikan hak kepada setiap orang untuk menyampaikan pendapat dan pandangan terhadap kehidupan negara dan bernegara.

“Pihak-pihak yang mendukung dan berseberangan pun hendaknya menahan diri untuk menyambut pernyataan Mualem itu. Ada baiknya jika urusan ini dikaji lebih dalam dengan melihat instrumen yang tersedia. Apakah referendum adalah jawaban atas masalah-masalah yang dialami Aceh saat ini atau hanya sekadar pelampiasan kekecewaan terhadap kondisi bangsa,” kata Bang Awee di sebuah warung kopi di Lampu Merah Batoh, Banda Aceh, kemarin malam.

Karenanya, Menteri Wiranto pun diharapkan tidak bersikap reaksioner. Apalagi, referendum juga bukan akhir dari perjalanan negara ini. Referendum itu hanya salah satu jalan keluar untuk semakin menguatkan kehidupan bernegara.

Konteks referendum, jika diadakan saat ini, juga akan berbeda dengan referendum pada 1999. Saat itu, kata Bang Awee, rakyat Aceh dengan suka rela menyuarakan keinginan itu karena tak sanggup lagi hidup dalam tekanan militer, baik militer Republik Indonesia atau Gerakan Aceh Merdeka.

Menteri Wiranto juga diingatkan Bang Awee untuk tidak menggunakan tangan besi saat berhadapan dengan warga negara. Apalagi saat Mualem masih mewacanakan referendum. Masih berniat. Belum benar-benar melaksanakan referendum.

Bang Awee menegaskan, niat, atau hasrat dalam hati, tak boleh dihukum sampai seseorang benar-benar melakukan perbuatan sesuai dengan niatnya. Fakta bahwa Mualem adalah bekas panglima GAM tak boleh membutakan mata Wiranto dan membuatnya bertindak serampangan. Karena Mualem tidak serta merta bisa menggelar referendum untuk memerdekakan Aceh.

“Jangan sampai ada usulan untuk menangkap Wiranto atas tuduhan ingin memperkosa hanya karena yang bersangkutan ke mana-mana bawa 'burung',” kata Bang Awee. Kami yang dari tadi terdiam tak berani membantah kata-kata Bang Awee. Malam ini, dia sepertinya tak ingin dibantah.

Aceh UMKM Expo 2019
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Aceh Barat
iPustakaAceh

Komentar

Loading...