Unduh Aplikasi

PROYEK JALAN TUTUT-MEULABOH

Buruknya Kualitas, GeRAK Duga Konsultan Pengawas dan Rekanan "Main Mata"

Buruknya Kualitas, GeRAK Duga Konsultan Pengawas dan Rekanan "Main Mata"
Kondisi jalan batas Pidie – Meulaboh yang baru siap dibangun

ACEH BARAT - Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syah Putra mendesak dinas terkait untuk lebih serius dalam menjalankan tugas pengawasan terhadap berbagai proyek yang sumber anggarannya menggunakan uang negara, seperti pekerjaan peningkatan jalan batas Pidie – Meulaboh yang bersumber dari  Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2019.

Dikatakan Edy ,peningkatan jalan dari Desa Lancong menuju Desa Sarah Perlak, Kecamatan Sungai Mas itu selesai dikerjakan akhir  2019, namun kini mulai terkelupas, bahkan di beberapa titik jalan tersebut sudah berlubang tambal sulam.

Baca: Tiga Bulan Usai Dibangun, Jalan Meulaboh-Tutut Rusak Parah

"Artinya, proyek peningkatan jalan batas Pidie – Meulaboh itu patut kami duga gagal dalam proses pengerjaannya yang disebabkan minimnya pengawasan dilapangan dan tidak sesuai dengan syarat spesifikasi yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak. Bahkan, disatu titik, tepatnya di jalan lintas di Desa Lancong, aspalnya bisa dicongkel dengan tangan," katanya.

Kondisi jalan batas Pidie – Meulaboh yang baru siap dibangun

Edy menyebutkan, berdasarkan dokumen yang diperoleh GeRAK Aceh Barat menunjukkan bahwa proyek pekerjaan jalan tersebut bersumber dari APBA Tahun 2019 dengan satuan kerja berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh dengan nilai pagu paket pekerjaan yaitu Rp. 18.1 Miliar. Adapun pemenang pekerjaan diketahui bernama PT. GRAMITA EKA SAROJA dengan nilai kontrak kerja yaitu Rp. 14.7 M, dan penandatangan kontrak dimulai pada Mei 2019 dan selesai pada Desember 2019.

Seharusnya kata Edy, perusahaan yang mengerjakan paket pekerjaan peningkatan jalan tersebut benar-benar bekerja secara profesional, mengingat perusahaan lain tidak dimenangkan dalam paket pekerjaan tersebut karena tidak melampirkan SIUP dari pemberi dukungan alat, kemudian tidak dapat memperlihatkan SKT Pengawas Lapangan Pekerjaan Jalan dan SKTK Juru Ukur Pekerjaan Jalan asli.

"Artinya, kami melihat bahwa perusahaan tidak mengerjakan pekerjaan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah diatur, seperti tenaga ahli hingga tenaga teknis sebagaimana telah disyaratkan dalam dokumen paket pekerjaan. Atas hal tersebut, kita mendesak pihak auditor independen, yaitu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan uji kualitas jalan, yaitu melakukan uji laboratorium dimana tujuannya untuk mengetahui tentang ukuran dan gradasi, kekerasan/keausan, ketahanan terhadap pelapukan, daya pelekatan terhadap aspal," katanya.

Menurut Edy, pelaksanaan audit itu penting dilakukan, mengingat paket pekerjaan tersebut bersumber dari uang negara. Audit ini juga diperlukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan dilakukan berdasarkan atas gambar-gambar kerja dan spesifikasi tekhnik umum dan khusus yang telah tercantum dalam dokumen kontrak, rencana kerja dan syarat-syarat lainnya, tujuan audit lainnya adalah untuk melihat apakah pekerjaan ini menimbulkan kerugian terhadap negara atau tidak.

Kondisi jalan batas Pidie – Meulaboh yang baru siap dibangun

"Tentunya bila kita lihat hasil pekerjaan di lapangan, kami menduga bahwa adanya potensi kerugian negara akibat pekerjaan jalan yang menurut hemat kami terkesan asal jadi dan tanpa proses perencanaan management yang baik, sehingga mengakibatkan jalan yang diaspal tidak berkualitas dan mudah terkelupas," katanya.

Edy juga menduga buruknya kualitas jalan tersebut tidak lepas dari peran konsultan pengawas yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik. 

"Dalam hal ini patut kita duga adanya main mata antara konsultan pengawas dengan rekanan," katanya.

Edi juga menyesalkan pihak Dinas PUPR dalam hal ini Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) menerima penyerahan kegiatan pada saat serah terima kegiatan (PHO), tanpa terlebih dahulu memastikan pembangunan sesuai dengan spek.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...